Presiden Dicopot, Korsel Bakal Gelar Pemilu 2 Bulan Lagi

Korea Selatan Bakal menggelar pemilihan umum (pemilu) 2 bulan mendatang.

Presiden Dicopot, Korsel Bakal Gelar Pemilu 2 Bulan Lagi
Park Guen-hye

MONDAYREVIEW.COM - Korea Selatan Bakal menggelar pemilihan umum (pemilu) 2 bulan mendatang. Hal tersebut dilakukan menyusul diberhentikannya Presiden non-aktif Korea Selatan, Park Guen-hye pada Jumat (10/3). Keputusan tersebut dikeluarkan langsung oleh Mahkamah Konstitusi negara tersebut.

Presiden perempuan pertama Korea Selatan itu sudah dinon-aktifkan Parlemen Korsel sejak Desember 2016 lalu. Itu karena orang nomor satu Negeri Gingseng itu terlibat dalam kasus penyalahgunaan kekuasaan yang berujung korupsi. Selama dibebastugaskan, roda pemerintahan Korsel dijalankan oleh Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn.

Pemberhentian ini tentu menjadi pil pahit tersendiri bagi Guen-hye. Pasalnya sejak era demokrasi Korea Selatan, dia menjadi satu-satunya presiden yang diberhentikan paksa. Penyebab Geun-hye mundur dimulai pada 27 November saat rakyat Korsel berdemo menentang kekuasaan sang orang nomor satu.

Para pendemo yang berkumpul di Seoul diketahui berasal dari komunitas petani, biksu, dan mahasiswa. Huen-hye dituduh membiarkan orang-orang terdekatnya memanfaatkan kedekatan mereka dengan dirinya demi mendapatkan keuntungan pribadi. Salah satu orang dekat yang dimaksud adalah Choi Soon-sil, teman lama Park.

Presiden Korsel itu telah dua kali tampil di muka publik untuk melayangkan permintaan maaf. Namun sejauh ini ia menolak untuk mengundurkan diri. Meski begitu, seruan dari rakyatnya terdengar sangat keras untuk memaksanya turun dari jabatan sebagai presiden.