Harga Cabai Melambung Tinggi, Kementan Galakkan Tanam Cabai di Halaman Rumah

Gejolak harga komoditas cabai rawit di berbagai wilayah Indonesia harus diatasi

Harga Cabai Melambung Tinggi, Kementan Galakkan Tanam Cabai di Halaman Rumah
Harga Cabai Melambung Tinggi

MONDAYREVIEW.COM, Jakarta – Tak hanya fenomena masalah SARA saja yang sedang bergejolak di Indonesia ini. Harga komoditas cabai rawit juga menjadi fenomena di berbagai wilayah Indonesia.

Gejolak harga komoditas cabai rawit di berbagai wilayah Indonesia harus diatasi dengan berbagai cara, termasuk menggerakkan kaum ibu rumah tangga melalui Tim Penggerak PKK dalam kampanye tanam cabai di rumah.

"Jumlah ibu rumah tangga di Indonesia ada 126 juta, separuh penduduk Indonesia. Kalau gerakkan lima batang pohon cabai satu rumah, selesai persoalan cabai. Nah yang diproduksi massal oleh petani, kita ekspor," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rakernas Pertanian (4/1).

Menteri Pertanian menambahkan, melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), akan dibagikan bibit gratis kepada ibu-ibu rumah tangga lewat jaringan PKK.

"Ini saya bagikan 10 juta cabai, batangnya atau benihnya untuk rumah tangga di seluruh Indonesia," ujarnya.

Tak lupa ia menjelaskan bahwa masalah cabai ini sudah turun menurun, dimana setiap datangnya musim hujan, harga cabai pun melambung tinggi.

Menurutnya, saat ini untuk komoditas cabai persoalannya adalah faktor musim hujan. "Persoalannya musim hujan kalau panen busuk, bukan produksinya kurang sehingga kalau hujan tersendat dan itu masalahnya," jelasnya.

Ia mengaku sudah cukup kesal setiap kali ditanya soal harga cabai yang masih saja bergejolak, sehingga masalah tersebut  harus secepatnya bisa selesai.