Waspadai Serangan Koruptor, Antasari-Abraham Ingatkan KPK
MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mendatangi rumah Antasari Azhar di Tangerang, Banten, Sabtu (12/11) kemarin sore.
MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mendatangi rumah Antasari Azhar di Tangerang, Banten, Sabtu (12/11) kemarin sore.
Dalam pertemuannya, dua mantan petinggi KPK tersebut kabarnya membahas berbagai persoalan dalam negeri, salah satunya mengenai serangan balik para koruptor terhadap para pimpinan KPK.
"Menjadi pimpinan KPK itu harus tahu bagaimana koruptor menyerang balik. Kita ini (saat menjabat ketua KPK) telah menegakkan hukum. Ibarat membangun rumah di pinggir pantai ketika ada ombak besar, kita harus mengantisipasinya karena sudah risiko membangun rumah di tepi pantai akan ada ombak," tutur Antasari.
Meski demikian, Antasari tidak sedikitpun menyesali apa yang sudah dilakukannya ketika menjadi pimpinan KPK karena itu merupakan tugas. "Saya justru akan menyesal kalau saya pernah melanggar SOP (standard operating procedure) KPK," ujar Antasari di hadapan Abraham Samad, seperti dikutip dari Sindonews.com.
Pria yang mendapatkan bebas bersyarat pada 10 November lalu itu berpesan kepada pimpinan KPK saat ini untuk berhati-hati.
"Karena pasti ada perlawanan. Tapi harus tetap mengungkap korupsi," kata terpidana 18 tahun penjara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen itu.
Abraham Samad sependapat dengan pandangan Antasari. "Orang semua tahu, meski tidak mengikuti. Mereka yakin yang terjadi kepada kami adalah serangan balik dari koruptor," ungkapnya.
Menurut dia, jika pimpinan KPK tidak ingin dikriminalisasi maka tidak perlu membongkar korupsi yang besar.
"Kenapa saya katakan demikian, ketika KPK memberantas korupsi dengan cara progresif tanpa pandang bulu. Saya yakin pimpinan KPK pada saat itu akan mendapat kriminalisasi. Di zaman saya semua informasi tertutup, tak boleh ada yang bocor sedikit pun," beber Abraham.
Seperti diketahui, saat menjabat Ketua KPK, Abraham Samad dituduh telah melakukan pemalsuan dokumen dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Atas kasus itu pula, akhirnya Abraham lengser dari kursi pimpinan KPK. (Jam)




