Waspada Kanker Sejak Dini

Menurut data yang ada di WHO, setiap tahunnya ada 8,2 juta jiwa meninggal akibat kanker di seluruh dunia

Waspada Kanker Sejak Dini
World Cancer Day 2017

MONDAYREVIEW.COM, Jakarta – Menurut data yang ada di WHO, setiap tahunnya ada 8,2 juta jiwa meninggal akibat kanker di seluruh dunia. Dimana 4 juta di antaranya meninggal di usia 30-69 tahun. Angka ini terus meningkat dari tahun-tahun, dimana sebelumnya hanya 7,6 juta jiwa yang meninggal di tahun 2008, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2025 dimana akan menjadi 11,5 juta.

Selain itu, jika tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif dan masif. Kasus baru kanker juga diperkirakan akan meningkat dari 14,1 juta orang menjadi 19,3 juta orang di tahun 2025.

Terkait hal ini, Kemenkes RI melalui kampanye Kita Bisa Aku Bisa yang akan masuk ke dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia 2017 pada 4 Februari mendatang, menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyakit ini.

"Kemenkes punya komitmen di 2016 sampai 2019 dan selalu mengingatkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, apa yang bisa mereka lakukan baik secara kelompok maupun secara individu, semangat kita adalah untuk selalu waspada terhadap kanker dan lakukan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas)," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mohamad Subuh di Kemenkes Jakarta, (1/2).

Penyakit ini tidak selalu terkait dengan usia. Karena dari usia balita saja sudah ada kemungkinan untuk mengidap penyakit ini. “Ancaman kanker selalu ada, apalagi jika kondisi lingkungan kita kurang baik akan sangat mempengaruhi perkembangan penyakit," ungkapnya.

Untuk selanjutnya, upaya detekni sejak dini penting sekali untuk dilakukan. Masyarakat dihimbau untuk segera memeriksakan ke fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami kelainan-kelainan yang mencurigakan. Setidaknya, diagnosis sejak dini akan menekan angka kematian.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2013 angkanya 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347000 orang. Selain itu beban pembiayaan yang sangat besar juga menjadi permasalahan untuk pemerintah dan masyarakat. Menurut Data BPJS, di tahun 2015 penderita kanker yang mendapatkan pengobatan sebanyak 1,325,776 dan telah menghabiskan biaya sebesar Rp 2,29 triliun.