Walhi Sumut Desak Polisi Usut Peristiwa Kematian Golfrid Siregar

Walhi Sumut melihat bahwa terindikasi korban telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan karena aktivitas politik korban selama ini sebagai pembela hak asasi manusia khususnya untuk isu lingkungan melalui Walhi Sumatera Utara.

Walhi Sumut Desak Polisi Usut Peristiwa Kematian Golfrid Siregar
Aktivis Walhi Sumut, Golfrid Siregar/Net

MONITORDAY.COM - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara, Roy Lumbangaol mendesak Polda Sumatera Utara untuk mengusut tuntas peristiwa kematian yang dialami rekannya, bernama Golfrid Siregar.

Menurutnya kasus tersebut penting diusut demi memberikan rasa aman bagi para pegiat HAM serta masyarakat pada umumnya di Sumatera Utara.

"Sangat penting pengungkapan kasus ini transparan dan akuntabel," kata Roy dalam keterangan tertulisnya, Senin (07/10/19) kemarin.

Ia kemudian menduga Golfrid telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan. Dia berasumsi demikian karena Golfrid sempat ditemukan terkapar tak sadarkan diri empat hari sebelumnya.

"Walhi Sumut melihat bahwa terindikasi korban telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan karena aktivitas politik korban selama ini sebagai pembela hak asasi manusia khususnya untuk isu lingkungan melalui Walhi Sumatera Utara," ucap Roy.

Dalam pernyataannya, Roy juga membantah keterangan Kepolisian yang menyatakan bahwa Golfrid adalah korban kecelakaan lalu lintas. Menurut Roy dugaan rekannya itu adalah korban tindak kekerasan dapat diliat dari kondisi tubuhnya gang tidak mengalami luka selain di kepala.

"Walhi Sumut menemukan banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid. Kepala korban mengalami luka serius seperti dipukul keras dengan senjata tumpul. Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yang berarti layaknya orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas," tutur Roy.

"Sementara itu barang-barang korban seperti tas, laptop, Dompet dan cincin ikut raib. Sementara sepeda motornya hanya mengalami kerusakan kecil saja," lanjutnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara, Golfrid Siregar meninggal akibat luka serius di bagian kepala. Golfrid sempat menjalani perawatan intensif sebelum mengembuskan nafas terakhir di RSUP Adam Malik pada Minggu (6/10).