Usia Muda Lebih Kuat Hadapi Virus, Tapi Bukan Berarti Cuek
Kapasitas rumah sakit kita di Indonesia terbatas, sehingga kita selektif mengutamakan mereka yang di rujuk ke rumah bergejala sedang dan berat.
MONITORDAY.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengimbau agar anak usia muda tetap melakukan social distancing untuk menghindari penularan Covid-19 terhadap orang yang beresiko. Seperti diketahui, berdasarkan pendapat dokter anak muda lebih mempunyai imun yang kuat untuk menghadapi virus ini.
"Orang lanjut usia dan orang penyakit diabetes, hipertensi, gagal ginjal ini amat rawan terhadap virus Corona Covid-19. Yang berusia muda jangan gegayaan cuek tidak melaksanakan social distance, bahaya buat yang lansia," ujar Yurianto, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (22/3).
Ia mengatakan, anak muda harus peduli untuk tidak keluar rumah demi menghindari penularan. Menurutnya, hal ini penting untuk meminimalisir orang yang terpapar. Ini juga untuk memudahkan penanganan orang yang terpapar, karena jumlah tenaga medis dan fasilitas terbatas.
"Kapasitas rumah sakit kita di Indonesia terbatas, sehingga kita selektif mengutamakan mereka yang di rujuk ke rumah bergejala sedang dan berat," tuturnya.
Selain itu, Yurianto juga meminta agar masyarakat saling menjaga satu sama lain, dan juga saling mengontrol tetangganya apabila ada indikasi positif Covid-19.
"Sesama tetangga saling memonitor terhadap warga yang sedang melakukan isolasi diri untuk mencegah penularan," ucap dia.
Ia juga mengabarkan, bahwa pemerintah saat ini telah mendatangkan alat kelengkapan rapid tes dalam jumlah besar untuk melaksanakan tes secara massal. Dan jumlahnya kedepan akan diperbanyak.
"150 ribu kit test sudah ada di tanah air sebelumnya sudah dijemput menggunakan kapal Hercules. Kapal sedang transit di Natuna untuk kemudian sore ini ke Jakarta. Target kita 1 juta kit untuk memeriksa masyarakat beresiko," ungkap Yurianto.
Terkait Rapid Test, Yurianto menjelaskan bahwa tes ini harus diulang setelah tujuh hari jika di tes yang pertama dinyatakan negatif. Karena itu Ia meminta, meskipun hasilnya negatif, tetap harus jaga jarak untuk menghindari penularan.
"Pengetesan rapid test biasanya kalau negatif ini harus diulang untuk 7 hari berikutnya. Kalau sudah dua kali test negatif, berarti tidak terinfeksi," jelasnya.
Seperti diketahui, data pemerintah terkait dampak dari Covid-19, hingga hari Minggu (22/3), yakni 514 orang yang dinyatakan positif Covid-19, 29 orang diyatakan sembuh, sementara itu yang meninggal akibat virus ini mencapai 48 orang.




