Tutorial Membuat Foto Light Trails

Banyak cara untuk menciptakan jejak cahaya yang bagus, tapi yang paling mudah adalah turun ke jalanan saat malam hari

Tutorial Membuat Foto Light Trails
LAKEYBANGET.COM

LAKEYBANGET.COM - Salah satu cara paling keren untuk menunjukkan perkembangan fotografi kamu adalah dengan membuat foto yang menampakkan jejak cahaya (light trails). Banyak cara untuk menciptakan jejak cahaya yang bagus, tapi yang paling mudah adalah turun ke jalanan saat malam hari, di mana banyak kendaraan melintas.

Kendaraan yang bergerak saat hari mulai gelap adalah objek sempurna untuk menciptakan jejak cahaya. Namun foto seperti ini tidak bisa didapatkan dengan pengaturan eksposur yang otomatis. Kamera akan mengatur shutter speed yang tidak sesuai dan malah menghasilkan foto kendaraan yang tampak blur.

Nah, disini LakeyBanget akan berbagi tips cara membuat Light Trails, cekidot ya!!

Pertama siapin peralatan dan aksesoris yang diperlukan

Untuk memotret light trails kita membutuhkan kamera dengan fitur kontrol manual, dimana kita bisa mengatur exposure dengan mengubah-ubah salah satu dari ketiga komponen segitiga eksposure.

Kamu bisa menggunakan kamera DSLR, mirrorless atau bahkan kamera pocket namun yang menyediakan fitur control manual. Paling tidak, kamu membutuhkan kamera yang memiliki kontrol shutter priority.

Tripod, wajib! kecuali kamu rela jika garis lampu yang dihasilkan nantinya kelihatan tidak lurus

Lens hood, tidak wajib namun penting untuk mengurangi flare yang bisa muncul saat lensa terkena sorot lampu kendaraan

Remote shutter, baik yang wireless maupun yang bentuknya kabel. Berguna agar foto yang kamu hasilkan tidak menimbulkan shake.

Pengaturan shutter speed

Kamu perlu menggunakan teknik long exposure, yang menggunakan shutter speed lambat (slow shutter speed). Diperlukan uji coba dalam menentukan shutter speed hingga mendapatkan jejak cahaya yang terbaik. Laju lalu lintas bahkan juga mempengaruhi hasil akhir, jadi Kamu mesti bersabar. Karena mengunakan kecepatan yan lambat, Kamu harus memasangkan kamera ke tripod untuk memastikan pemandangan lainnya tetap tajam. Untuk hasil yang lebih sempurna lagi, gunakan juga pemacu shutter jarak jauh (remote shutter release). Hal ini akan memastikan Kamu tidak mengguncangkan kamera saat menekan shutter, atau setidaknya Kamu bisa gunakan self timer.

Saat merekam cahaya, pastikan untuk mengatur komposisi yang atraktif. Cobalah mencari jalanan yang memiliki bentuk unik. Kamu juga bisa menciptakan jejak cahaya yang mengarah ke bangunan ikonik atau landmark, atau mungkin dengan menambahkan manusia dalam objek foto. Memotret di jalanan dengan kendaraan yang melaju kencang cukup berbahaya. Selain dari trotoar jalan, Kamu juga bisa mengambil jejak cahaya dari atas gedung atau jembatan penyeberangan, dan area-area yang lebih aman dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pengaturan eksposur

Gunakan mode Manual, dan atur pada ISO terendah untuk menghindari noise. Nyalakan long-exposure noise reduction jika kamera kamu memiliki fitur ini, namun resikonya kamera akan memproses foto lebih lama. Aperture bisa diatur pada F11 untuk mendapatkan area yang tajam di seluruh bidang foto. Kamu perlu ujicoba untuk mendapatkan shutter speed paling tepat, tapi Kamu bisa mulai mencobanya dari 15 detik.

 

Berikut ini beberapa masalah yang sering muncul saat memotret light trails berikut solusinya:

Foto jejak lampu yang baik, membuat mobil atau motor menghilang dari foto. Kalau mobil atau motor masih terlihat, berarti exposure kamu kurang lama. Buat shutter speed yang lebih lama sampai mobil atau motor tidak tampak lagi. dan, kalau jejak lampu di foto kamu putus-putus. Berarti setting shutter speed kamu masih kurang lama.

Kalau terjadi overexposure – foto terlalu terang, turunkan nilai aperture, contoh: dari f/4 ke f/8 dan seterusnya hingga kamu mendapatkan cahaya yang pas. Begitupula sebaliknya.

Oke, selamat mencoba.