Tidak Banyak yang Bisa Dibicarakan dari Sinetron Indonesia

Jose Rizal Manua tidak bisa berbicara banyak ketika ditanya soal kualitas sinetron di Indonesia.

Tidak Banyak yang Bisa Dibicarakan dari Sinetron Indonesia
Sinetron Boy/Istimewa

MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Jose Rizal Manua tidak bisa berbicara banyak ketika ditanya soal kualitas sinetron di Indonesia. Aktor yang membintangi film Danur ini mengakui industri sinetron Tanah Air memang jauh dari nilai-nilai pendidikan. Pasalnya, kata dia, industri sinetron adalah pasar yang bicara untung rugi.

“Jadi kalau sebuah media bicara untung rugi itu nggak akan mementingkan soal nilai pendidikan. Bahkan sinetron Indonesia juga banyak yang menyimpang dari nilai-nilai luhur kita,” ujarnya saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski begitu pria yang pernah meraih juara pertama pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9 di Lingen, Jerman itu meyakini industri film Indonesia akan maju ke depannya. Dengan catatan, lanjutnya, produser tidak menempatkan posisinya di atas sutradara.

Menurutnya, produser tidak boleh mencampuri teritorial sutradara dalam berkesenian. Sehingga kualitas berkesenian seorang sutradara dapat tetap terukur dan tidak dicampuradukan dengan urusan pasar.

“Indonesia juga hanya perlu percaya diri saja dengan jati dirinya. Film Indonesia harus mau mengangkat budaya-budaya Indonesia atau membuat cerita dari luar negeri menjadi cita rasa Indonesia. Karena memang seperti itu seharusnya film Indonesia, harus menggali kekayaan alamnya sendiri,” pungkas Jose.