Tenaga Pengajar Dalam Bidang Kesehatan Kurang 38 Ribu Untuk Seluruh Indonesia
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menekankan bahwa saat ini, Indonesia kekurangan 38 ribu dosen untuk bidang kesehatan
MONDAYREVIEW.COM, Jakarta – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menekankan bahwa saat ini Indonesia kekurangan 38 ribu dosen untuk bidang kesehatan, terutama di program studi perawatan, kebidanan, dan gizi.
"Masalah Kekurangan dosen ini disebabkan jumlah penyelengaraan pendidikan program S2 tumbuhnya tidak sesuai dengan jumlah permintaan," tutur Menristekdikti Mohamad Nasir, pada pertemuan dengan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), (23/1).
Kedepannya akan diberikan mandat ke beberapa perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan program S2.
"Jadi nanti dosennya bisa diambil dari industri yang selama ini belum pernah masuk ke perguruan tinggi, permintaan dari Aptisi ada 15 PTS yang akan menyelenggaran pendidikan program S2," katanya.
Ditambahkan oleh Nasir bahwa permasalahan yang muncul di PTS di Indonesia karena mengalami kesulitan menyiapkan sumber daya program S2.
"Jumlah dosen di Indonesia saat ini 250 ribu, sedangkan jumlah mahasiswanya mencapai 7 juta, sebenarnya ini sudah cukup. Namun karena ada PT yang jumlah dosennya sudah cukup, tapi jumlah mahasiswa bertambah dua kali lipat, maka dosen akan kekurangan terus. Kemudian juga ada PT kekurangan jumlah dosen terjadi terus menerus, di mana jumlah mahasiswa terus bertambah sedangkan jumlah dosennya tidak bertambah. Tapi kekurangan dosen ini relatif tidak terlalu jomplang setelah saya menjadi Menristekdikti," pungkas Mohamad Nasir.




