Takbir Dibuat Lelucon, Walikota di Italia Meminta Maaf

Walikota Florence di Italia meminta maaf karena telah bercanda dengan meneriakkan "Allahu Akbar"

Takbir Dibuat Lelucon, Walikota di Italia Meminta Maaf
istimewa

MONDAYREVIEW.COM – Walikota Florence di Italia meminta maaf karena telah bercanda dengan meneriakkan "Allahu Akbar". Lelucon itu dianggap tidak lucu di tengah maraknya serangan teroris dan sentimen Islamofobia di Eropa.

Dario Nardella adalah satu dari beberapa walikota Italia yang hadir dalam konferensi di Rimini. Salah satu pembahasan dalam konferensi tersebut adalah soal serangan terorisme yang marak di Eropa, sekaligus mengatasi radikalisme dan ektremisme di Italia.

Dalam diskusi itu, Walikota Venesia Luigi Brugnaro menegaskan soal keamanan yang ketat di kotanya. Menurut dia, jika ada teroris yang akan menyerang sambil meneriakkan takbir, akan langsung ditembak mati.

"Jika ada seseorang berteiak 'Allahu Akbar' sambil berlari di St Mark's Square, kami akan tembak mereka. Setahun lalu, saya katakan, mereka akan ditembak setelah empat langkah, sekarang itu akan terjadi dalam tiga langkah," ujar Brugnaro.

Setelah diskusi selesai, Nardella mendekati Brugnaro sambil teriak "Allahu Akbar", niatnya melucu. Keduanya kemudian tertawa terbahak-bahak. Adegan ini terekam kamera wartawan.

<iframe width="800" height="450" src="https://www.youtube.com/embed/5TMm7sKtI-4" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Setelah videonya ramai tersebar, kecaman bermunculan untuk Nardella. Kebanyakan mengatakan lelucon itu tidak lucu dan bermakna penghinaan terhadap simbol agama Islam.

Islam sendiri di Italia bukanlah agama yang diakui secara resmi. Namun perkembangan Islam di Italia seiring berjalannya waktu kian pesat.

Nardella kemudian meminta maaf atas leluconnya tersebut melalui akun Facebooknya. Dia mengaku tidak punya niat menghina dengan candaannya tersebut.

"Saya meminta maaf atas sebuah rekaman yang disebar di internet. Tidak ada niat saya menyinggung siapa pun, apalagi komunitas Muslim, atau mengejek agama mereka, atau memicu kejadian tragis," tutupnya seperti dilansir dari Daily Mail.