STOP! Menyisipkan Iklan Rokok di Film Nasional
Mengikutsertakan perusahaan rokok untuk mensponsori sebuah film memang memberikan keuntungan yang besar
MONDAYREVIEW.COM – Mengikutsertakan perusahaan rokok untuk mensponsori sebuah film memang memberikan keuntungan yang besar. Tidak segan-segan perusahaan rokok ini memberikan kucuran dana yang besar. Dengan sponsor tersebut, tentu produk perusahaan rokok tersebut akan lalu lalang dan terus melekat ketika sebuah film mulai dari trailer hingga penayangannya.
Hal ini menjadi perhatian Pembaharu Muda Indonesia, sebuah komunitas yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan kesadaran kritis anak muda akan permasalahan rokok, membangun komitmen, dan melakukan perubahan. Pembaharu Muda Indonesia menyesalkan keterlibatan perusahaan rokok dalam promosi film Galih dan Ratna yang secara gencar ditayangkan di stasiun televisi nasional, media sosial dan papan reklame.
Terkait itu Pembaharu Muda telah mengirimkan surat terbuka kepada PT. Gudang Garam Tbk yang menyesalkan keterlibatan perusahan rokok tersebut.
"Sepintas tayangan promosi film Galih dan Ratna ini tampak seperti promo film biasa. Namun bila diamati secara seksama, dalam promosi film ini terpampang jelas tulisan Generation-G, sejak awal hingga di akhir promo. Generation-G adalah slogan dari merek rokok GG Mild yang diproduksi oleh PT Gudang Garam Tbk," kata Renaldo Pratama, Perwakilan Pembaharu Muda asal Sawah Lunto dalam keterangannya, Rabu (8/3).
Ia menuturkan, sangat menyesalkan keterlibatan perusahaan rokok PT. Gudang Garam Tbk dalam promosi film tersebut, karena film Galih dan Ratna adalah film yang ditujukan bagi remaja.
"Cerita dalam film tersebut adalah tentang kehidupan anak remaja dengan setting pelajar SMA dan ditujukan untuk remaja dengan klasifikasi R 13+," ujarnya.
Keterlibatan perusahaan rokok PT. Gudang Garam Tbk dalam promosi film tersebut patut diduga bertujuan untuk membangun citra positif produk rokok di kalangan remaja yang menjadi target film tersebut.
"Sehingga di sini rokok seolah-olah terlihat normal dan tidak berbahaya. Padahal kita tahu, rokok adalah produk berbahaya yang mengandung ribuan zat kimia berbahaya dan menyebabkan kecanduan, berbagai penyakit hingga kematian," ungkapnya.




