Rudal Kembali Diluncurkan, Hubungan Jepang dan Korut Memanas
"Orang-orang Jepang tidak pernah mengalami ancaman semacam ini sejak akhir perang terjadi lebih dari 70 tahun lalu,"
MONDAYREVIEW.COM – Hubungan antara Jepang dan Korea Utara kembali memanas. Pasalnya, Korea Utara kembali berulah dengan meluncurkan rudal melintasi langit negeri Matahari ini. Peluncuran rudal ini merupakan yang pertama sejak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi baru bagi Korea Utara.
Ulah yang dilakukan Korea Utara menuai kecaman dan kemarahan seluruh masyarakat Jepang. Seperti diungkapkan salah satu aktivis hak asasi manusia yang berbasis di Tokyo, Ken Kato menuding bahwa rezim Kim Jong-un pantas disebut sebagai organisasi teroris.
"Orang-orang Jepang tidak pernah mengalami ancaman semacam ini sejak akhir perang terjadi lebih dari 70 tahun lalu," ujarnya seperti dilansir dari laman Telegraph, Kamis (15/9).
Kato mengatakan peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korut baginya bukan hal mengejutkan. Pasalnya hal tersebut biasa dialami masyarakat Jepang. Namun, Ia tetap merasa marah dengan ulah yang dilakukan Korut. “"Secara pribadi peluncuran rudal kali ini tidak mengejutkan lagi karena hal ini seolah sudah menyatu dengan kehidupan kami di Jepang, tetapi ada juga rasa amarah yang dirasakan khususnya oleh kami dari kalangan orang biasa," jelasnya.
Dan Ia berharap apa yang terjadi saat ini berkembang lebih jauh. Ia berharap perdamaian di dunia lebih utama daripada peperangan.
Kecaman yang sama juga disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Jepang Yoshihide Suga. Ia menegaskan bahwa Jepang tidak akan pernah menoleransi aksi provokatif eksttrem yang dilakukan Korea Utara secara berulang-ulang. "Kami telah melayangkan protes keras kepada Utara, menyampaikan kemarahan besar rakyat Jepang," katanya seperti dilansir dari AFP.
Perlu diketahui Rudal yang diluncurkan Pemerintah Korea Utara terbang di atas Hokkaido di Jepang utara "sekitar pukul 07.06 (2206 GMT) menuju Samudra Pasifik," menurut sistem J-Alert Jepang, dengan sejumlah laporan menyebutkan rudal tersebut jatuh di sekitar 2.000 kilometer sebelah timur Hokkaido.
Kementerian Pertahanan Korea Utara mengatakan rudal tersebut kemungkinan meluncur sejauh sekitar 3.700 kilometer dan mencapai ketinggian maksimum 770 kilometer -- lebih tinggi sekaligus lebih jauh dibandingkan rudal sebelumnya.




