Relasi Presiden & Mantan Presiden di Indonesia

Demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat.

Relasi Presiden & Mantan Presiden di Indonesia
Istana Merdeka

Hasil gambar untuk twitter ya allah sby

MONDAYREVIEW.COM - Susilo Bambang Yudhoyono mampu mencuri perhatian ketika bercuit di Twitter. Mantan Presiden Indonesia ini memang kerap mengungkapkan pendapat dan pemikirannya tentang situasi Indonesia via media sosial. Apakah kicauan SBY tersebut memperteguh sinyalemen bahwa relasi presiden dan mantan presiden di Indonesia tidak begitu baik? Terutama antara mereka yang posisi berkuasanya berurutan.

Sinyalemen yang menunjukkan hal tersebut diantaranya melalui peringatan 17 Agustus di Istana. Mantan presiden tidak menghadiri peringatan 17 Agustus di Istana. Megawati tidak hadir di era SBY berkuasa. SBY tidak hadir di era Jokowi memerintah.

Relasi panas-dingin antara presiden dan mantan presiden sesungguhnya menunjukkan konstelasi politik dan juga pilihan demokrasi. Jangan lupakan konsep pemerintah berkuasa dan oposisi. Maka sesungguhnya para presiden dan mantan presiden berada dalam konteks tersebut.

Perbedaan visi antara presiden dan mantan presiden juga hendaknya dimaknai dalam konteks demokrasi. Bahwasanya tiap orang dapat melihat situasi dan kondisi negeri ini dalam perspektif yang berbeda. Demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat.

Jadi, tak usahlah memaknai secara lebai perbedaan pendapat antara presiden dan mantan presiden. Meminjam istilah Gus Dur: “Gitu aja kok repot.”