Radar Pengawasan di Media Sosial Kita

Pemerintah Indonesia jangan sampai menjadi 'polisi pikiran' yang mengkanvaskan pemikiran yang berbeda sejak dari akarnya.

Radar Pengawasan di Media Sosial Kita
Media sosial

MONDAYREVIEW.COM - Pernah menonton film Snowden yang dibintangi Joseph Gordon-Levitt? Bagaimana demi keamanan yang lebih besar maka dipantaulah segala aktivitas manusia di media sosial. Dalam konteks Indonesia baru-baru ini berkembang di pemberitaan mengenai akan dipantaunya media sosial dan penyebaran berita hoax. Badan Cyber Nasional (BCN) akan memantau aktivitas bincang-bincang (chatting) di media sosial terkait dengan upaya proteksi pemerintah menangkal radikalisme dan berita palsu.

BCN sendiri paling lambat direalisasikan dalam satu bulan ke depan, Pengawasan yang dilakukan pemerintah ini harapannya tidak sampai offside. Adagium legendaris dari Lord Acton bahwa “power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely” layak menjadi pertimbangan. Sejauh mana kinerja BCN ini tentu harus dipertanggungjawabkan.

Dikarenakan sama seperti film Snowden, bagaimana telah terlampau offside-nya badan keamanan (NSA) di Amerika Serikat. Bagaimana informasi dari telepon, media sosial, ranah internet dikumpulkan semua oleh NSA.

Ranah internet yang sehat tentunya memberi ruang bagi demokrasi. Untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran. Bagaimana warga dunia maya jangan sampai takut untuk mengartikulasikan pikirannya di media sosial. Pemerintah Indonesia dalam hal ini jangan sampai menjadi “polisi pikiran” yang mengkanvaskan pemikiran yang berbeda sejak dari akarnya.