Politikus Senior Atau Gerontokrasi?

Dalam perspektif sejarah, Indonesia mengenal sosok HOS Tjokroaminoto yang menjadi guru politik bagi banyak tokoh.

Politikus Senior Atau Gerontokrasi?
Politik

MONDAYREVIEW.COM - Pada hari ini (23/1) Megawati Soekarnoputri menempuh umur 70 tahun. Umur yang identik dengan Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump. Secara umur, baik Megawati maupun Donald Trump telah begitu senior. Namun, keduanya boleh dibilang masih berperan aktif dalam ranah sosial politik.

Megawati merupakan seorang game maker. Ia masih begitu determinan dalam menentukan arah kebijakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Bahkan Jokowi pun diistilahkannya sebagai petugas partai.

Sementara itu, Donald Trump menghentak ranah sosial politik Amerika dengan memenangkan konvensi Partai Republik dan memenangkan pemilihan Presiden di negara adikuasa tersebut. Jika normal, maka 4 tahun ke depan, Donald Trump akan menjadi penentu utama mau dibawa kemana negara Amerika Serikat.

Pertanyaannya akankah kedua sampel tersebut menunjukkan gerontokrasi? Dimana orang-orang tua memegang kendali politik dan menunjukkan mandeknya regenerasi?  Apakah di umur yang sudah demikian senior, tidak tertarik untuk menjadi tokoh bangsa ataupun guru bangsa dan negarawan?

Tentu saja bukan berarti mereka yang telah berusia senja tidak diperkenankan untuk berpolitik praktis. Mereka memiliki hak politik. Lanskap politik Indonesia sendiri memang berada diantara buhul para politikus senior. Megawati telah berumur 70 tahun, SBY telah berumur 67 tahun, Prabowo telah berumur 65 tahun.

Sosok senior sendiri dibutuhkan untuk melakukan pendampingan, pendidikan politik, dan membimbing yang muda. Dalam perspektif sejarah, Indonesia mengenal sosok HOS Tjokroaminoto yang menjadi guru politik bagi banyak tokoh. Sukarno, Semaoen, Kartosoewirjo, merupakan murid politik dari HOS Tjokroaminoto yang dijuluki “Raja Tanpa Mahkota”. Dan para murid politik tersebut untuk kemudian menjadi tokoh dari berbagai politik aliran yang berkembang di Indonesia.

Semoga para sosok senior dalam lanskap politik menunjukkan kematangannya sebagai negarawan. Yang tak hanya berpikir dalam skala jangka pendek, melainkan jangka panjang.