Perang Persepsi di Dunia Maya

Indonesia menempati peringkat ketiga pengguna Twitter di bumi.

Perang Persepsi di Dunia Maya
Internet

MONDAYREVIEW.COM - Ingin seperti apa Anda dikenal di publik? Hal itu dapat dicapai melalui personal branding. Pun begitu dengan para politikus yang berkecimpung. Mereka ingin ditabalkan dengan konsep tertentu sebagai politikus. Sama seperti produk, maka untuk melakukan branding diperlukan upaya yang intens.

Pemilihan umum yang dilakukan merupakan kontes persepsi. Bagaimana publik melihat persepsi terhadap suatu calon. Di satu sisi itulah berkah demokrasi dimana publik dihadapkan dengan aneka pilihan yang ada. Disinilah diperlukan kecermatan publik. Termasuk untuk memahami para politikus secara komprehensif. Tidak sekadar dengan persepsi yang berbasiskan dari penglihatan sekilas dan kasat mata. Para calon hendaknya dicermati dengan sungguh-sungguh.

Maka ragam informasi yang ada merupakan bahan baku yang menentukan personal branding bagi seseorang. Informasi yang ada bisa jadi saling bersengketa – antara yang positif dan negatif terhadap politikus. Maka tak mengherankan jika para politikus menyertakan tim cyber untuk meng-echo-kan tone positif tentang dirinya dan menangkis informasi negatif. Dengan bantuan tim cyber itulah personal branding para politikus dapat dibentuk.

Perlu diketahui Indonesia menempati peringkat keempat pengguna Facebook di dunia dan menempati peringkat ketiga pengguna Twitter di bumi. Jakarta bahkan menjadi kota paling cerewet di dunia maya dengan 15 cuitan/detik. Dengan postur profil seperti itu maka jagat dunia maya di Indonesia layaknya perang persepsi. Siapa yang tinggi elektabilitasnya salah satu cara meneropongnya dengan menelusuri persepsi di dunia maya.