Pengamat Pendidikan Minta Pemerintah Tegas terkait Penggunaan Simbol Sekolah

MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Penggunaan seragam sekolah di Basecamp Cafe, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, terus mendapat sorotan. Sebab, hal itu dinilai bertentangan dengan etika dan melecehkan institusi pendidikan.

Pengamat Pendidikan Minta Pemerintah Tegas terkait Penggunaan Simbol Sekolah
source: riauone.com (google

MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Penggunaan seragam sekolah di Basecamp Cafe, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, terus mendapat sorotan. Sebab, hal itu dinilai bertentangan dengan etika dan melecehkan institusi pendidikan.

"Apalagi cafe tersebut memberikan bir gratis kepada pelajar yang mengenakan seragam. Ini harus dihentikan," kata pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Mohammad Abduhzen, saat dihubungi, seperti dikutip RMOL.CO, kemarin.

Pada Minggu (2/10) dini hari, Sekda Kota Tanjungpinang Riono bersama belasan anggota Satpol PP dan Polres Kota Tanjungpinang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Basecamp Cafe.

Setiba di lokasi, Riono menyaksikan sendiri event "Back to School Party" dimana para pelayan cafe menggunakan seragam sekolah dan memberikan bir gratis kepada setiap pengunjung yang juga menggunakan seragam sekolah berlogo OSIS di dada kirinya.

Riono mengaku telah memberikan sanksi teguran agar hal tersebut tidak terulang kembali. Jika terulang, Pemkot Tanjungpinang akan bertindak lebih tegas.

Menurut Abduhzen, trik pemasaran cafe dengan mengenakan seragam sekolah dan menyasar kalangan pelajar tidak cocok dengan budaya Indonesia. Hal itu sama saja mengajak kalangan generasi muda untuk melakukan hal-hal yang di larang oleh agama maupun peraturan yang ada.

Untuk itu, dia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengusut tuntas keberadaan cafe tersebut yang telah meresahkan kalangan pelajar di sana. 

"Tapi kalau seragam pelayan cafe hanya mirip tidak masalah. Yang menjadi masalah kalau (seragamnya) sama persis termasuk logo yang dikenakan,” saran dia.

Lebih lanjut kata Abduhzen, pemerintah agar tidak mudah percaya dengan alasan pemilik cafe yang berkilah seragam yang dikenakan oleh pelayan cafe untuk trik dagang karena hal tersebut bisa berdampak kurang baik bagi anak sekolah.  "Khawatirnya anak sekolah lebih banyak di kafe daripada di sekolah," tandasnya.

Selain itu, dia meminta Kemendiknas membuat aturan yang tegas terkait penggunaan simbol-simbol sekolah termasuk penggunaan di tempat umum atau di luar pendidikan. Jangan sampai hal-hal yang berbau pendidikan disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya. "Terlebih untuk hal-hal yang dilarang," pungkasnya. (FRZ)