Pengamat: Ketua Jo-Man Bunuh Karakter Mensesneg

Pengamat: Ketua Jo-Man Bunuh Karakter Mensesneg
Mensesneg Pratikno (kiri) bersama Presiden Joko Widodo/Net

MONITORDAY.COM - Pengamat politik Abi Rekso menyebut Ketua Umum Jokowi Mania (Jo-Man) Immanuel Ebenezer sengaja ingin membunuh karakter dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno melalui berbagai tudingan tidak berdasar.

"Tudingan saudara Immanuel kepada Mensesneg seperti upaya pembusukan karakter secara bertahap," katanya kepada redaksi, Jumat (13/11/2020).
 
Sebab, katanya, tudingan disampaikan Immanuel kepada Pratikno tidak hanya sekali. Sebelumnya Immanuel menuduh Pratikno bekerja tidak profesional sehingga harus direshuffle oleh Presiden. Dan kali ini, Immanuel menuduh Pratikno terlibat bisnis penempatan Tenaga Kerja Indonesia atau yang sekarang dikenal Pekerja Imigran Indonesia (PMI).

Baca: Petani Kesulitan Pupuk, Komisaris Mega Eltra Sibuk Goyang Menteri

"Secara struktur kenegaraan, Mensesneg adalah jabatan yang paling dekat dengan Presiden. Biasanya semua yang dilakukan Mensesneg atas persetujuan Presiden. Jangan-jangan tuduhan saudara Immanuel juga mengarah ke Presiden. Namun, Mensesneg sebagai sasaran antara saja," papar Abi Rekso.

Baca: Jokowi Mania Jangan Sebar Hoax, Sebaiknya Bantu Kabinet

Bagi Abi, tudingan Immanuel bahwa Pratikno melakukan kongkalikong penempatan PMI bersama dengan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Basalamah hanya omong kosong. Sebab, tudingan disampaikan Immanuel hanya berdasarkan pertimbangan bahwa Pratikno memiliki hubungan dekat dengan Ayub.

Baca: PKB: Jo-Man Jangan Asal Cuap! 

Sejauh pengamatannya, APJATI justru salah satu mitra pemerintah yang memberangus praktik tenaga kerja ilegal atau human trafficking. Abi membeberkan bahwa APJATI bersama Kemenaker dan BP2MI punya visi dan misi memerangi mafia tenaga kerja ilegal.

"Tuduhan kepada Ayub Basalamah sama saja memposisikan APJATI sebagai organisasi penadah proyek pemerintah. Ini tuduhan jahat karena APJATI selama ini melawan mafia TKI ilegal. Sehingga publik bisa membaca bahwa Jo-Man sedang berkolaborasi dengan mafia TKI ilegal," tutup Abi Rekso.[]