Pendidikan Politik di Alam Demokrasi
Edukasi politik bisa dilakukan diantaranya dengan menyajikan data dan fakta yang akurat.
MONDAYREVIEW.COM - Sukarno dan Hatta pernah bersilang pendapat mengenai bagaimana seharusnya partai politik dijalankan. Sukarno lebih menyukai mengumpulkan massa dalam jumlah besar yang diisi oleh pidato para elite politik seperti dirinya. Sedangkan Hatta lebih menyukai pendidikan politik dengan menguatkan para kader.
Partai politik salah satu fungsinya ialah melakukan pendidikan politik. Parpol sejatinya tak hanya bekerja untuk meraih suara pemilih di kala pemilu. Parpol seyogianya melakukan edukasi politik kepada kadernya dan masyarakat luas. Dengan edukasi politik, parpol sesungguhnya menjaga kohesi dengan rakyat. Rendahnya ID Party di Indonesia ditengarai karena parpol hanya hadir musiman, yakni musim kampanye. Sedangkan dalam keseharian, parpol seperti raib sebagai bagian dari solusi masyarakat.
Edukasi politik bisa dilakukan diantaranya dengan menyajikan data dan fakta yang akurat. Parpol bisa menyajikan mengenai angka keberhasilan dari kadernya yang menjabat di pemerintahan. Pihak oposisi bisa menyajikan mengenai data empirik kegagalan dari pemerintah.
Di musim kampanye, dalam mengurai visi-misi bisa disertakan data yang sifatnya kuantitatif. Sehingga dengan demikian dapat terukur segala sesuatunya. Misalnya di 100 hari memerintah, hal apa saja yang ditargetkan untuk dicapai.
Dengan narasi semacam itu, maka partai politik telah melakukan edukasi politik dalam jalurnya. Sedangkan rakyat dapat merespons dan memilah serta memilih parpol mana yang kiranya relevan untuk dijadikan pilihan.




