Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Ahok Bisa Bersalaman dengan Raja Salman

'Ahok adalah terdakwa kasus penodaan agama Islam, agamanya Raja Salman juga. Mengajak terdakwa dalam menyambut tamu istimewa negara adalah sesuatu yang tidak etis.'

Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Ahok Bisa Bersalaman dengan Raja Salman
Raja Salman bersalaman dengan Ahok (Twitter)

MONDAYREVIEW.COM – Satu foto bisa bermakna lebih dari seribu kata. Itulah yang coba dihadirkan dengan foto salaman Raja Salman dengan Basuki Tjahaja Purnama. Terlihat Ahok sembari berpeci bersalaman dengan Raja Salman. Tak ayal foto ini mendapatkan ragam tafsir.

Jika menilik peraturan hukum, pihak pemerintah dan Ahok bisa berkelit dengan aturan yakni Peraturan Pemerintah RI Nomor 62 Tahun 1990 tentang ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan, khususnya di pasal 14. Di pasal 14 ayat 2 dijelaskan ‘Tata tempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditentukan dengan urutan sebagai berikut: 1.Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat I’.

Namun peraturan hukum pun tentu harus memperhatikan etika politik serta persepsi yang dapat muncul. Peraturan hukum tersebut juga bisa berbenturan dengan kasus hukum yang sedang menerpa Ahok dalam kasus hukum penistaan agama.

Tak mengherankan jika kritik pun dialamatkan kepada pemerintah yang melibatkan terdakwa penista agama Islam, Ahok menyambut Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu (1/3).

“Ahok adalah terdakwa kasus penodaan agama Islam, agamanya Raja Salman juga. Mengajak terdakwa dalam menyambut tamu istimewa negara adalah sesuatu yang tidak etis,” kata Pedri Kasman sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah seperti dilansir Republika.

Menurut Pedri Kasman yang juga pelapor kasus penistaan agama Ahok, Presiden Joko Widodo tidak sensitif dengan perasaan umat Islam yang terluka karena perkataan Ahok. Di samping itu Presiden Jokowi tidak sensitif dengan kemungkinan keuntungan elektoral yang didapatkan Ahok dari pemanfaatan momen bersalaman ini.

"Bangsa ini betul-betul sudah dibikin bising oleh Ahok. Tetapi Jokowi tetap saja tidak tidak bergeming," kata sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini.