PDM Bogor Tegaskan Bahwa Muhammadiyah Bukan Organisasi Politik
MONITORDAY.COM - Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor, Budi Rasia sampaikan posisi muhammadiyah dalam mengahadapi tahun politik, Bogor (26/2).
MONITORDAY.COM - Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor, Budi Rasia sampaikan posisi muhammadiyah dalam mengahadapi tahun politik, Bogor (26/2).
Dihadapan puluhan peserta Pelatihan Kader Taruna Melati III IPM Jawa Barat, dirinya menjelaskan posisi muhammadiyah dalam menyambut pesta demokrasi, bahwa muhammadiyah menegaskan tidak ikut terlibat dalam politik praktis.
"Dalam khittah Ponorogo, khittah Ujung Pandang, dan khittah Denpasar Bali mempertegas posisi muhammamadiyah, makanya sampai kapanpun, walaupun dipaksa-paksa muhammadiyah tidak akan memperlihatkan posisinya untuk menjatuhkan pilihannya ke Paslon nomor urut 01 atau Paslon nomor urut 02," ujar Budi.
Selain itu dirinya memuji kepemimpinannya Haedar Nashir yang dianggap mampu membawa muhammdiyah begitu adem ditengah ramainya pesta demokrasi dengan segala dinamika yang ada.
"Bahkan pak Haedar nashir adalah pak AR Fachrudinya di abad ini, pa AR Fachrudin memimpin muhammadiyah terlama dan luar biasa beliau. Tapi tidak mengurangi rasa hormat, karena semua ketua pimpinan pusat muhammadiyah mempunyai prestasinya masing-masing," tutur Budi.
Sesuai khittah muhammadiyah, bahwa muhammadiyah tidak terlibat politik praktis, "maka kita selaku Organisasi Otonom (Ortom) muhammadiyah harus bisa mengikuti induk kita yaitu muhammadiyah," tandasnya.




