Partai Politik dan Musim Kampanye
Partai politik juga semestinya omni present di masyarakat. Bukan sekadar hadir di musim kampanye dan kala mendekati masa pemilihan umum.
MONDAYREVIEW.COM – Keterikatan antara rakyat dengan partai politik masih rendah. Hal tersebut menunjukkan masih banyaknya PR bagi partai politik. Dikarenakan partai politik semestinya menjalin relasi yang akrab dengan masyarakat kebanyakan.
Bukti dari party id yang masih rendah diantaranya dengan tidak korelatifnya antara suara dukungan partai politik dengan suara terhadap calon di pilkada. Contoh aktualnya misalnya pada Pilkada DKI Jakarta pada 15 Februari, dimana Agus Harimurti-Sylviana Murni tersisih. Padahal keempat parpol pendukungnya (Partai Demokrat, PAN, PPP, PKB) mendapatkan 1,2 juta suara pada pemilu tahun 2014 di DKI Jakarta. Hal tersebut menunjukkan dukungan parpol tidak berbanding lurus dengan konstituen. Ditambah lagi di momen seperti pilkada ataupun pilpres, sosok figur kandidat sepertinya lebih cocok menjadi faktor penentu dukungan.
Partai politik juga semestinya omni present di masyarakat. Bukan sekadar hadir di musim kampanye dan kala mendekati masa pemilihan umum. Partai politik yang selalu hadir, sesungguhnya telah melakukan “kampanye” semenjak jauhari. Parpol tersebut terasakan manfaatnya bagi masyarakat banyak. Dengan model seperti itulah maka party id dapat meningkat.
Tentu dibutuhkan kader-kader partai politik yang andal untuk menggerakkan mesin partai. Yang mau berpeluh menggerakkan mesin partai tidak sekadar di era mendekati kampanye.




