Ormas, Pendidikan, dan Pembangunan Bangsa

Indonesia dianyam kohesi pembangunannya antara pemerintah, ormas, dan warganya.

Ormas, Pendidikan, dan Pembangunan Bangsa
Pendidikan

MONDAYREVIEW.COM - Membangun Indonesia yang terdiri atas 17.000 pulau tentu bukan hal yang mudah. Luasnya Indonesia memungkinkan terjadinya disparitas. Contohnya harga BBM yang sebelumnya berbeda di pulau Jawa dengan Papua. Kini harga BBM di pulau Jawa dan Papua berada di harga yang sama.

Disparitas juga bisa muncul di ranah pendidikan. Contoh faktualnya bisa dilihat pada film Laskar Pelangi. Bagaimana sederhananya sekolah Muhammadiyah yang dihuni Ikal Cs dibandingkan dengan sekolah yang dibiayai perusahaan tambang. Namun, sekalipun sederhana, apa yang dilakukan oleh ormas Muhammadiyah telah mampu menyalakan mimpi dari anak bangsa yang berada di daerah nun jauh dari Jakarta itu. Boleh dibilang membangun Indonesia yang sedemikian luas dan beragam ini dibutuhkan peran serta organisasi kemasyarakatan, bukan hanya pemerintah saja.

“Sejak awal, Muhammadiyah telah menjadikan pendidikan sebagai tulang punggung organisasi. Sekolah dan kampus didirikan di hampir seluruh kota di Indonesia,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (7/1).

Bagi Muhadjir, sekolah dan kampus yang dibangun Muhammadiyah bukan hanya bermanfaat bagi keluarga besar organisasi tersebut, melainkan juga untuk semua umat Islam, bahkan seluruh bangsa Indonesia.

Dengan narasi semacam itu, sesungguhnya Indonesia dianyam kohesi pembangunannya antara pemerintah, ormas, dan warganya. Pendidikan sebagai hak dasar warga negara dengan demikian diupayakan oleh berbagai elemen.