Nasib Mantan Presiden Indonesia: yang Dicaci dan Dipuji

Baik Sukarno dan Soeharto memang memiliki sejumlah noda dalam pemerintahannya. Namun, di sisi lain juga perlu diingat sejumlah jasa mereka.

Nasib Mantan Presiden Indonesia: yang Dicaci dan Dipuji
Sukarno-Soeharto (historia.id)

MONDAYREVIEW.COM – Bertempat di Masjid At Tin kemarin malam (11/3) dihelat Pengajian Peringatan Supersemar. Acara pengajian dihadiri ribuan orang. Berbicara tentang Supersemar tentu lekat dengan sosok Soeharto dan Sukarno. Melalui Supersemar entry point sirkulasi kekuasaan di Indonesia ketika itu berjalan lebih mulus.

Sukarno di akhir masa kekuasaannya dicaci karena dicurigai berperan dalam peristiwa 30 September 1965 (G30S)/PKI dan dianggap bertanggung jawab atas terpuruknya perekonomian Indonesia.

Soeharto di akhir masa kekuasaannya juga dicaci karena dituding berperan menyuburkan praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Kondisi perekonomian Indonesia yang anjlok saat itu juga dituding karena kesalahan dari Pak Harto.

Kini, berbilang jaraknya tahun-tahun setelah kekuasaan Sukarno dan Soeharto, nama keduanya mengalami redefinisi. Sukarno diakui perannya sebagai bapak bangsa dan ide-ide besarnya yang masih terlacak dalam tulisan dan pidato-pidatonya. Soeharto juga diakui sebagai bapak pembangunan yang mampu menghadirkan sejumlah kemajuan ekonomi. Dari sisi politik, Soeharto juga mampu meredam sengkarut berlarut dari kehidupan politik.

Baik Sukarno dan Soeharto memang memiliki sejumlah noda dalam pemerintahannya. Namun, di sisi lain juga perlu diingat sejumlah jasa mereka. Hal tersebut diperlukan agar kita tidak mencaci dan memuji dalam kadar yang berlebihan.