Mundur dari Madrid, Zidane Terima Tawaran Menggiurkan Timnas Qatar?
Mundur dari Madrid, Zidane disebut mendapat tawaran melatih Timnas Qatar.
MONDAYREVIEW - Pasca pengunduran dirinya sebagai pelatih Real Madrid beberapa hari yang lalu, masa depan kepelatihan Zinedine Zidane kian menjadi teka-teki.
Setelah sebelumnya Zidane dikaitkan dengan timnas Perancis, kini pelatih berkepala pelontos ini pun dikabarkan ditawari melatih timnas Qatar.
Adalah konglomerat asal Mesir Naguib Sawiris yang menghembuskan kabar soal tawaran Qatar kepada Zidane dengan gaji selangit.
“Zidane akan bergabung menjadi pelatih timnas Qatar untuk Piala Dunia 2022. (Tawarannya) £50 juta atau Rp923 miliar pertahun dengan durasi empat tahun. Uang berbicarakah?” demikian cuitan Naquib di akun twitternya.
Jika betul Zidane menerima tawaran tersebut, maka ia akan mengantongi gaji sebesar £120 ribu atau Rp2,2 miliar setiap harinya.
Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar memang tengah berambisi untuk meningkatkan level permainan timnasnya. Sebagai tuan rumah, negeri yang kaya akan minyak ini tentu tak hanya ingin sekadar jadi penyelenggara, namun juga negara dengan timnas sepakbola yang disegani. Apalagi selama ini beberapa konglomerat asal Qatar dikenal menjadi penggila sekaligus pemilik beberapa klub elite di Eropa.
Apakah kemunduran Zidane dari Real Madrid hanya untuk gaji selangit? Tentu saja tidak, karena meski memberikan tawaran dengan gaji yang fantastis, Qatar disebut tidak menghalangi Zidane untuk tetap melatih klub-klub Elite Eropa.
Bisa jadi, Zidane memang ingin mencari pengalaman yang lebih menantang sekaligus membantah rumor bahwa ia sekadar pelatih yang beruntung karena melatih klub dengan sederet pemain kelas dunia.
Zidane sepertinya ingin betul-betul merasakan sari pati kepelatihan, pahit getirnya melatih sepakbola. Sebagai mantan pemain sepakbola yang pernah merasakan kerasnya persaingan untuk menjadi yang terbaik baik di Liga maupun Piala Dunia, Zidane tentu tak akan terima jika ia hanya disebut sebagai pelatih yang hanya pandai bertepuk tangan guna menyemangati para pemainnya dari pinggir lapangan. Zidane tentu ingin dikenang sebagai pelatih yang juga piawai meramu taktik permainan. Sehingga dengan materi pemain seperti apa pun, Zidane akan dapat menunjukkan kelasnya.
[Mrf]




