Mourinho Si Judas Nomor 1

'Ketika mereka memiliki seseorang yang memenangkan 4 gelar juara, saya akan menjadi nomor 2. Tapi sampai saat ini, Judas masih nomor 1,' ujar Mourinho.

Mourinho Si Judas Nomor 1
Jose Mourinho (sky sports)

MONDAYREVIEW.COM – Manchester United untuk kedua kalinya takluk atas Chelsea di Stamford Bridge musim ini. Setelah kalah 0-4 pada Oktober 2016 di Liga Inggris, dalam laga perempat final Piala FA (13/3), Setan Merah kembali takluk dengan skor 0-1. Kekalahan ini semakin memperpanjang rekor buruk MU ketika bertemu Chelsea. Sudah 12 partai terakhir, Chelsea tak pernah tersentuh kekalahan saat bersua Manchester United.

Gol kemenangan dicetak oleh N’Golo Kante di menit ke-51. Kante dalam laga tersebut terlihat lebih unggul dari rekan senegaranya Paul Pogba. Tak mengherankan jika fans Chelsea menyanyikan ‘bagaimana mubazirnya uang tersebut’ untuk menyindir Pogba di kubu Setan Merah. Pogba sendiri ditebus dari Juventus sebagai pemain termahal dunia dengan banderol 89 juta pound sterling. Sedangkan Kante dibeli Chelsea dari Leicester City dengan harga 30 juta pound sterling.

MU sendiri bermain dengan 10 orang sejak menit ke-35. Hal tersebut dikarenakan Ander Herrera mendapatkan kartu kuning kedua yang terakumulasi menjadi kartu merah. Kalah jumlah pemain, MU pun berada dalam tekanan the Blues dan hanya mampu mencatatkan penguasaan bola sebesar 28 persen.

Sementara itu Jose Mourinho mendapatkan sambutan yang tidak menyenangkan dari suporter Chelsea di Stamford Bridge. Mourinho yang pernah menukangi Chelsea selama 2 kali tersebut mendapatkan ejekan dari pendukung the Blues. Mourinho pun membalas ejekan dengan mengacungkan 3 jari sebagai pengingat bahwa dirinya pernah 3 kali mengantarkan Chelsea sebagai juara Liga Inggris (2004-05, 2005-06, 2014-15).

Mourinho holds aloft three fingers - signalling the three Premier League titles he won at Chelsea

“Mereka dapat memanggil saya dengan apa yang mereka mau,” kata Mourinho seperti dilansir Sky Sports. “Saya seorang profesional. Saya berjuang untuk klub dan sampai waktunya mereka memiliki pelatih yang dapat memenangkan 4 gelar juara Liga Inggris untuk mereka, saya masih nomor 1. Ketika mereka memiliki seseorang yang memenangkan 4 gelar juara, saya akan menjadi nomor 2. Tapi sampai saat ini, Judas masih nomor 1.”