Memperjuangkan Demokrasi Substansial

Kesukaan kita terhadap suatu kandidat ataupun politikus hendaknya berpegang pada nilai-nilai luhur demokrasi.

Memperjuangkan Demokrasi Substansial
Demokrasi (123rf.com)

MONDAYREVIEW.COM - Demokrasi bukan sekadar kata tanpa makna. Demokrasi bukan sekadar diucapkan, diujarkan, tapi kehilangan substansi. Ada berbagai variabel untuk melihat berjalannya demokrasi: lembaga-lembaga negara yang menjalankan fungsi check and balances, pemilihan umum, partai politik, dan sebagainya. Namun, tentu saja demokrasi memiliki nilai-nilai universal seperti persamaan, kesempatan, kebebasan berpendapat, dan lain sebagainya.

Apa jadinya jika partai politik, lembaga-lembaga negara tidak menjalankan demokrasi secara substansial? Maka yang terjadi adalah demokrasi prosedural en sich. Maka bagi pejuang dan peminat demokrasi perlu kiranya untuk memahami hal tersebut. Bahwa demokrasi bisa jadi sekadar nama manakala substansinya perlahan diluruhkan. Maka simaklah sejauh mana nilai-nilai demokrasi diterapkan. Jangan terjebak dengan kemasan atau penampilan fisik yang seolah pro demokrasi.

Demokrasi sejatinya memang harus diperjuangkan tiap kali. Bukankah selalu ada godaan ketika memegang tampuk kekuasaan? Bukankah mereka yang tadinya berada di kutub oposisi bisa menjadi melunak ketika diberi kue kekuasaan? Maka kita semua sebagai warga negara hendaknya memperjuangkan demokrasi tiap kali. Kesukaan kita terhadap suatu kandidat ataupun politikus hendaknya berpegang pada nilai-nilai luhur demokrasi.