Masyarakat Klakson
Dalam kehidupan demokrasi, 'kebisingan' diperlukan.
MONDAYREVIEW.COM - Fenomena “Om Telolet Om” mencuri perhatian dunia. Bagaimana permintaan untuk membunyikan klakson dihantarkan. Dalam ranah sosial politik, analisa “Om Telolet Om” bisa didedahkan. Dalam kehidupan demokrasi, “kebisingan” diperlukan. “Kebisingan” memperlihatkan mengemukanya berbagai pendapat dari berbagai elemen masyarakat.
Dengan perbedaan pendapat, maka hal itu menunjukkan berjalannya demokrasi. Berbeda halnya dengan sistem totaliter, otoriter – dimana arus utama pemikiran yang didiktekan dari pemerintah. Pemerintah berkuasa menguasai informasi, bahkan hingga tahapan mengutak-atik sejarah. Sedangkan menyikapi perbedaan pendapat, pembungkaman dilakukan oleh pemerintah berkuasa. Ada ragam cara dilakukan, seperti pembredelan media massa, penangkapan para tokoh oposisi.
Dari mana lahirnya penguasa tiran? Manakala tidak ada kritik terhadap pemerintah. Tanpa kritik, terhadap sang penguasa terjadi kultus individu.
Oleh karena itu “masyarakat klakson” dibutuhkan. Yakni masyarakat yang senantiasa kritis dan skeptis. Dengan begitu pemerintah berkuasa, akan senantiasa eling dan waspada. Dengan adanya masyarakat sipil yang mengetahui hak dan kewajibannya sesungguhnya demokrasi substansial tengah dilakoni.




