Lestarikan Adiluhung Bangsa di Masa Sulit, Batik Perlu Masuk Ke Platform Digital

Adaptasi digital menjadi solusi untuk menjaga dan melestarikan karya adiluhung bangsa tersebut.

Lestarikan Adiluhung Bangsa di Masa Sulit, Batik Perlu Masuk Ke Platform Digital
Ketua bidang UMKM dan Koperasi HIPMI BPC Kota Cirebon dan Owner Nisbiq Batik PGC, Muhammad Sultoni (dok: monitorday.com)

MONITORDAY.COM - Batik merupakan high fashion yang nilai tambahnya tinggi. Bahkan bisa dikategorikan sebagai sektor padat karya.

Ketika industri batik ini semakin besar dan berkembang pesat, otomatis juga akan memangkas mata rantai pengangguran.

Namun mewabahnya pandemi COVID-19, omzet penjualan batik mengalami penurunan drastis dari hulu hingga hilir.  

Karenanya, adaptasi digital menjadi solusi untuk menjaga dan melestarikan karya adiluhung bangsa tersebut. 

"Pandemi ini masih menjadi kendala, suka atau tidak,  adaptasi digital menjadi solusi untuk melestarikan nilai-nilai luhur bangsa," ujar ketua bidang UMKM dan Koperasi HIPMI BPC Kota Cirebon, Muhammad Sultoni di diskusi virtual Kopi Pahit, Selasa (13/10/2020). 

Untuk memacu penjualan batik di masa sulit ini, dirinya juga memanfaatkan platform digital seperti market place, dan media sosial lainnya. 

Pandemi Covid-19 justru menjadi momentum bagi pelaku usaha batik untuk menciptakan peluang dengan inovasi, baik dari sisi produk maupun kanal penjualan dari offline ke online. 

Sultoni juga membeberkan agar produk kembali dilirik oleh pembeli, pelaku usaha batik berinovasi seperti membuat souvenir, masker batik, hingga trend baju batik yang saat ini sedang diminati.

Namun, upaya digitalisasi pun tak lepas dari ragam masalah. Oleh karena itu, sejumlah elemen berikut ini harus hadir untuk membantu UMKM ketika mereka mengalami kendala masuk kedalam platform digital. 

Pertama, Negara melalui struktur, perangkat dan aturannya hingga tingkat Desa, 

Kedua, Komunitas pengusaha yang lebih besar

Ketiga, Stakeholder yang bergerak di dunia digital.

Kempat, penggiat start up yang bisa melakukan advokasi dan pelatihan kepada pelaku usaha.

Sultoni juga berharap marketplace besar dan pemerintah membuat jangkauan market bagi para pengusaha mikro dan kecil agar lebih mudah menjangkau pasarnya dengan tetap berbasis aplikasi dan internet.

Tentu dengan platform yang lebih sederhana serta user friendly.

"Kalau bisa begini, maka dunia digital akan menjadi berkah buat mereka," jelas Sultoni.