Lagu ‘Para Penerka’, tentang Kebencian yang Menebar Pesan
Lagu ini merupakan kolaborasi Iwan Fals dengan NOAH.
MONDAYREVIEW.COM - Sosok Iwan Fals di masa Orde Baru merupakan seniman yang kental dengan muatan kritik sosial. Lagu Pesawat Tempurku, Bento, Bongkar, Tikus-tikus Kantor, Surat Buat Wakil Rakyat, merupakan contohnya. Namun di era reformasi, sosok bernama asli Virgiawan Listanto ini seakan surut dengan lagu-lagu bertema kritik sosial. Lebih banyak lagu bertema pop dan cinta yang dibawakan penyanyi kelahiran 3 September 1961 ini.
Di album bertitel Satu (2015) terselip lagu Para Penerka. Lagu ini merupakan kolaborasi Iwan Fals dengan NOAH. Penciptanya adalah Iwan Fals dan Ariel NOAH. Lagu ini memiliki beat yang rancak. Sementara secara lirik, lagu Para Penerka menceritakan tentang kebencian yang menyebar. Hal ini sesungguhnya kontekstual dengan kondisi yang terjadi. Bagaimana media sosial merupakan alat yang efektif untuk membiakkan dan menyebarluaskan pesan-pesan kebencian.
Maka jagat media sosial bisa jadi membelah masyarakat. Konflik pun dapat tersulut dengan pesan yang sumbernya dari media sosial.
Simaklah lirik lagu Para Penerka berikut:
Menghitam hati penuh kebencian bersahut-sahutan
Menebar kedengkian di kehidupan
Mereka berseru, menusuk jiwamu
Dengan cerita, dengan berita
Tidakkah lirik lagu tersebut merupakan kritik sosial yang tepat untuk menggambarkan situasi kekinian?
<iframe width="853" height="480" src="https://www.youtube.com/embed/_7-yKd07SUg" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>




