Kisah Terselubung Hidup Cristiano Ronaldo Yang Menyanyat Hati

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Cristiano Ronaldo.

Kisah Terselubung Hidup Cristiano Ronaldo Yang Menyanyat Hati
Cristiano Ronaldo

LAKEYBANGET.COM - Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Cristiano Ronaldo. Ya, pesepakbola berpaspor Portugal itu sukses bertransformasi menjadi monster lapangan hijau. Bahkan pria berjuluk CR7 itu disebut-sebut menjadi pesepakbola terbaik abad ini.

Meski begitu, mungkin nggak banyak yang tahu soal kisah hidup bomber Real Madrid ini. Ronaldo memiliki kisah hidup terselubung yang sangat menyayat hati.

Ronaldo lahir di salah satu daerah termiskin di Funchal, Kepulauan Madeira Portugal. Ayahnya hanya seorang tukang kebun, sementara ibunya tukang masak.

Ronaldo bermain sepakbola sejak umur 9 tahun. Namun dia selalu diejek teman-temannya. Tahu kenapa? Karena ayahnya bekerja sebagai cleaning service di tempat Ronaldo berlatih sepakbola.

Tapi hal tersebut tidak membuat Ronaldo menyerah. Justru, dia semakin giat berlatih. Di umur 11 tahun, Ronaldo merantau sendirian ke Lisbon dan bergabung dengan Sporting Lisbon FC.

Di umur 14 tahun, ayahnya kecanduan alkohol. Sedangkan kakaknya kecanduan narkoba. It was very hard for him, but it only made him stronger.

Ayahnya meninggal karena alkohol, saat Ronaldo masih berumur 20 tahun. Sampai hati ini, Ronaldo tidak pernah minum alkohol dan sangat memberikan support kepada kakaknya.

Ronaldo juga sering membantu orang lain, terutama anak-anak. Ronaldo pernah diminta menyumbangkan jersey-nya untuk membantu biaya operasi Erik, bayi 11 bulan yang tidak dikenalnya.

Namun Ronaldo justru membayar semua biaya operasi dan perawatan Erik. Di tahun 2005, Ronaldo mengunjungi Martunis, bocah yang selamat dari tsunami Aceh.

Ronaldo kemudian membawa Martunis ke Portugal, dan membiayai semua kebutuhan Martunis. Dan 11 tahun kemudian, Martunis direkrut klub lama Ronaldo, Sporting Lisbon.

Sepatu emas kebanggan Ronaldo juga didonasikan seharga 1,5 juta euro. ang hasil donasi digunakannya untuk membangun kembali sekolah di Gaza yang hancur akibat perang.