Ketika Khadijah Tercengang dengan Akhlak Muhammad

Khadijah kagum lantaran apa yang dihasilkan Muhammad sangat melebihi ekspektasi Khadijah sebelumnya.

Ketika Khadijah Tercengang dengan Akhlak Muhammad
Ilustrasi foto/Net

SYAHDAN, suatu ketika dalam perjalanan pulang dari Syam ke Kota Makkah, Muhammad yang tengah membawa keuntungan besar dari hasil perniagaannya, diminta Maisarah untuk segera menemui Khadijah bila talah sampai di Mekkah.

“Ya Muhammad, alangkah baiknya bila nanti engkau sampai di Mekkah lalu segera datang lebih dahulu kepada Khadijah, sebelum engkau pulang ke rumah, dan sampaikanlah keuntungan besar itu kepadanya biar dia mengerti hasil usahamu itu,” kata Maisarah kepada Muhammad.

Sesampainya di Mekkah, Muhammad pun menyanggupinya lalu beliau diantar Maisarah ke rumah Khadijah melalui Nafisah (pelayan perempuan Khadijah).

Kedatangan Muhammad di rumah Khadijah langsung disambut dengan hormat dan gembira oleh Khadijah. Ini lantaran hasil perniagaan serta keuntungan yang diperoleh Muhammad, sangat besar. Selain itu, Khadijah kagum lantaran apa yang dihasilkan Muhammad sangat melebihi ekspektasi Khadijah sebelumnya.

Khadijah kagum, karena mengingat bahwa Muhammad itu seorang pemuda yang baru pertama kali bedagang sendiri ke negeri Syam. Karena sebelumnya, ia hanya menemani pamannya Abu Thalib.

Meski begitu, kekagumannya kepada Muhammad kala itu hanya ia simpan dalam sanubari sendiri. Khadijah tahu betul posisinya.

Keesokan harinya, Khadijah kembali dibuatnya terkaget-kaget, setelah menerima laporan dari orang yang disuruhnya melayani dan mengawasi pribadi Muhammad selama perjalanan. Maisarah yang mengemban tugas itu, melaporkan secara detail gerak-gerik Muhammad selama berniaga di Syam yang nyaris tanpa cacat.

Bibit kekaguman yang sebelumnya ia pendam ternyata mulai tumbuh menjadi tanaman cinta selepas disiram Maisarah. Bunga cinta pun merekah, hingga akhirnya membawa Khadijah dan Muhammad ke pelaminan.

[Mrf]