Ketika Kerja Dipertanyakan Penyair Aan Mansyur
Mereka pergi ke kantor tanpa membawa kata kerja. Mereka tergesa, tapi berharap tidak tiba tepat waktu.
MONDAYREVIEW.COM – Film Ada Apa Dengan Cinta? menjadikan puisi sebagai episentrum daya tarik. Puisi menjadi penghubung yang cerkas antara 2 tokoh utama Rangga dan Cinta. Puisi pun teramplifikasi sebagai produk budaya populer dan digemari khalayak.
Pada film Ada Apa Dengan Cinta? 2, kesempatan menuliskan puisi-puisi Rangga jatuh kepada penyair Aan Mansyur. Buku karya penyair kelahiran Bone ini terlihat sekilas dibaca oleh Cinta dan Rangga. Buku itu adalah Melihat Api Bekerja. Dalam Melihat Api Bekerja, kumpulan puisi Aan Mansyur mendapatkan partner visual dalam bentuk ilustrasi. Ilustrasinya dengan elok dibuat oleh Muhammad Taufiq.
Puisi-puisi karya Aan Mansyur diibaratkan oleh penyair senior Sapardi Djoko Damono bagaikan mendengarkan dongeng dibacakan:
“Saya merasa Aan berhadapan dengan saya dan dengan seenaknya menyampaikan apa yang terlintas dalam pikirannya. Ia tidak berpura-pura menyusun kata dan kalimat yang dilem dengan kausalitas – ia ‘ngomong’ saja,” terang Sapardi Djoko Damono.
Ada banyak puisi dari Aan Mansyur yang menarik. Diantaranya nukilan puisi berikut yang membawa kita pada jantung pertanyaan makna bekerja:
Orang-orang melintas membawa kendaraan. Mereka menyalakan radio dan tidak mendengarkan apa-apa. Mereka pergi ke kantor tanpa membawa kata kerja. Mereka tergesa, tapi berharap tidak tiba tepat waktu.
Ketika hari Senin nanti menjelang selarik kalimat ‘Mereka pergi ke kantor tanpa membawa kata kerja’ layak untuk disematkan. Bukankah begitu?




