Kegiatan OSN Dukung Pendidikan Karakter

Kegiatan belajar budaya di museum serta optimalisasi KIR jika ditekuni dengan serius akan terlihat hilirnya pada semakin berkualitasnya pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Kegiatan OSN Dukung Pendidikan Karakter
OSN

MONDAYREVIEW.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyakini bahwa untuk mendidik anak bangsa, tak hanya aspek kognitifnya saja yang perlu disentuh. Pendidikan karakter penting adanya include dalam proses edukasi. Salah satunya dapat terlihat melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Perihal hari sekolah yang diatur di dalam  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 bertujuan untuk menguatkan karakter peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Ari Santoso menegaskan, lima hari sekolah bukan berarti siswa harus belajar di dalam kelas terus menerus. Ada beragam aktivitas belajar yang dilakukan dengan bimbingan dan pembinaan guru. Beragam kegiatan yang dapat dilakukan misalnya, belajar budaya bangsa di museum, ataupun optimalisasi ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

Kegiatan belajar budaya di museum serta optimalisasi KIR jika ditekuni dengan serius akan terlihat hilirnya pada semakin berkualitasnya pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Hal tersebut dikarenakan para siswa telah terbiasa berpikir ilmiah dan secara intens menekuni ragam cabang ilmu pengetahuan yakni IPA. IPS, dan Matematika.

OSN 2017 dihelat di Pekanbaru, Riau pada 2-8 Juli 2017. Untuk jenjang SMP, terdapat 3 cabang yang diperlombakan yakni IPA, IPS, dan Matematika. Ajang OSN diharapkan para pesertanya menjunjung aspek moralitas, seperti kejujuran, sportivitas, empatik, simpatik dalam pelaksanaan lomba. Peserta OSN yang terdiri dari 34 provinsi di Indonesia juga diharapkan menjadi ajang saling berbagi dan menumbuhkan inspirasi antara siswa satu dengan yang lain.