Jokowi Puji Modal Sosial Muhammadiyah, Haedar Nashir Singgung Data Kesenjangan Ekonomi
Muhammadiyah dengan etos ‘sedikit bicara banyak bekerja’ akan menjadi mitra terdepan yang akan berkiprah secara proaktif.
MONDAYREVIEW.COM – Muhammadiyah, organisasi massa Islam yang berdiri sejak tahun 1912 telah berperan besar bagi Indonesia. Dalam acara Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku, Presiden Joko Widodo menyatakan Muhammadiyah sebagai pembawa misi Islam berkemajuan serta bisa menjadi kekuatan transformatif.
“Saya percaya bahwa visi Islam berkemajuan ini adalah kekuatan yang harus terus kita jaga. Jika komitmen ini dijaga bersama secara bergotong royong, kita akan menjadi bangsa yang tamadun, maju, berdaulat, berkeadilan,” ujar Presiden Joko Widodo dalam acara Tanwir Muhammadiyah 2017 yang digelar di Gedung Islamic Center, kota Ambon, Maluku, Jumat (24/2).
Presiden Jokowi pun memuji modal sosial yang dimiliki Muhammadiyah dalam melakukan kekuatan transformatif.
“Saat ini Muhammadiyah memiliki 4.623 sekolah TK, 2.252 SD/Madrasah Ibtidaiyah, 1.632 SMP/Tsanawiyah, 1.291 SMA/Aliyah/SMK, dan 171 perguruan tinggi. Masih ditambah rumah sakit dan fasilitas kesehatan sebanyak 2.119,” imbuh Presiden Jokowi.
Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkap data kesenjangan ekonomi yang dirilis Bank Dunia pada 2014 bahwa 1 persen penduduk menguasai 55,5 persen kekayaan Indonesia. Haedar pun berharap pemerintah mampu mengurangi tingkat kesenjangan ini serta Muhammadiyah siap menjadi mitra pemerintah dalam hal ini.
“Kita percaya pemerintah dapat menjalankan kebijakan pro-kedaulatan dan pro-keadilan sosial secara konsisten. Banyak komponen bangsa akan mendukung. Muhammadiyah dengan etos ‘sedikit bicara banyak bekerja’ akan menjadi mitra terdepan yang akan berkiprah secara proaktif,” terang Haedar Nashir.




