Ini Alasan USBN Tidak Pakai Komputer
Pemerintah awalnya memproyeksikan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) digelar dengan menggunakan komputer.
MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Pemerintah awalnya memproyeksikan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) digelar dengan menggunakan komputer. Ternyata di lapangan banyak sekolah pilih pakai kertas.
Sesuai aturan pemerintah pusat, USBN jenjang SMA sederajat diselenggarakan mulai Senin depan (20/3).
Namun di sejumlah daerah ada yang mulai menyelenggarakan USBN dalam beberapa hari terakhir. Di wilayah DKI Jakarta saja, hampir seluruh SMA negeri memilih menggunakan kertas ketimbang komputer.
Diantaranya disampaikan Kepala SMAN 22 Jakarta Sri Sariwarni. Dia menjelaskan USBN di Jakarta dilaksanakan mulai Senin depan sesuai dengan acuan pemerintah pusat.
"Sekarang masih ujian sekolah. Kemudian disambung USBN," katanya Jumat (17/3).
Sri mengatakan sekolahnya ditunjuk sebagai pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Namun dalam pelaksanaan USBN dia menegaskan sekolahannya memilih menggunakan ujian kertas.
"Rata-rata sekolah di DKI Jakarta juga pakai kertas," ungkapnya.
Alasannya sekolah tidak mau ambil resiko menggunakan komputer yang sudah tertata rapi untuk USBN. Mereka khawatir jika digunakan untuk USBN, saat pelaksanaan UNBK malah ada gangguan teknis. Sebab perlu ada penyesuaian komputer kembali.




