Indonesia Buka Lebar Jepang untuk Berinvestasi di Industri Perkapalan
Di hadapan lebih dari 50 pelaku usaha, Putu menyakinkan bahwa pelung industri perkapalan di Indonesia sangat menjanjikan.
MONDAYRIVIEW.COM – Direktur Jenderal ILMATE (Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suriawan mengundang pelaku usaha Jepang untuk berinvestasi di sektor industri perkapalan dan komponenya di Indonesia, khusus di Pulau Jawa dengan berbagai fasilitas yang memadai dan ekonomis, termasuk lahan, infrastruktur dan tenaga kerja.
Di hadapan lebih dari 50 pelaku usaha, Putu menyakinkan bahwa pelung industri perkapalan di Indonesia sangat menjanjikan. Pasalnya saat ini, Indonesia sedang giat-giatnya membangun industri perkapalan dan komponennya untuk mewujudkan sebagai poros maritim dunia.
“Kapal-kapal di Indonesia umumnya berusia tua dan tidak efisien lagi serta 70% kawasan industri komponen kapal berada di Pulau Jawa,” jelasnya dalam Seminar mengenai kebijakan industri perkapalan dan industri komponen kapal di Indonesia (1/8) di Imabari, Prefektur Ehime, Jepang.
Selain Dirjen ILMATE, hadir beberapa narasumber penting yakni Ketua IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia) Eddy K. Logam, Ketua PIKKI (Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia) Ekki Komaruddin, dan Kepala IIPC (Indonesian Investment Promotion Centre) Tokyo, Saribua Siahaan.
Ketua IPERINDO dan Ketua PIKKI dalam seminar tersebut menekankan bahwa saat ini adalah waktu terbaik bagi pengusaha perkapalan dan komponen kapal Jepang berinvestasi di Indonesia karena perekonomian yang terus positif telah menjamin keberlanjutan investasi asing di Indonesia. Keduanya juga bersedia menjadi mitra dan perantara bagi pengusaha Jepang yang ingin berinvestasi di Indonesia. Sementara itu, Kepala IIPC Tokyo berupaya meyakinkan pengusaha Jepang bahwa pemerintah Indonesia lebih terbuka dan mendukung investor asing dengan mempermudah proses perizinan investasi.
Konsul Jenderal RI Osaka, Wisnu Edi Pratignyo dalam kesempatan tersebut juga menegaskan peluang masih sangat terbuka bagi Jepang dalam berinvestasi membangun industri perkapalan di Indonesia, termasuk infrastruktur pelabuhan, galangan kapal, galangan perbaikan kapal, komponen kapal, pelayaran angkutan barang dan penumpang, serta industri pendukungnya. Industri perkapalan dan pelayaran di Indonesia belum seefisien di Jepang yang sama-sama negara kepulauan. Efisiensi mutlak diperlukan untuk mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan wilayah lautan yang sangat luas. (sumber: KJRI Osaka)
Perlu diketahui Imabari merupakan salah satu kota galangan kapal dan pusat industri komponen kapal di Jepang. Sehingga ini merupakan strategi yang tepat untuk menarik berinvestasi di sektor industri perkapalan di Indonesia.




