Garda Terdepan Kelautan dan Perikanan Indonesia, Dir Operasi Armada PSDKP KKP: Pegang Teguh " Nusantara Lestari Jaya"

Ditjen PSDKP KKP, Sebagai garda terdepan dalam mengawal dan menjaga sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia

Garda Terdepan Kelautan dan Perikanan Indonesia, Dir Operasi Armada PSDKP KKP:   Pegang Teguh " Nusantara  Lestari Jaya"
Direktur Pemantauan dan Operasi Armada PSDKP-KKP, Pung Nugroho Saksono (mondayreview.com)

MONDAYREVIEW.COM - Langkah pemerintah memperpanjang masa darurat bencana coronavirus (covid-19) hingga 91 hari atau tepatnya 29 mei 2020, pertanda kesigapan perlu disiapkan karena dampak wabah ini masih menjadi ancaman serius. 

Ditengah ancaman covid-19, banyak nelayan kapal ikan asing justru memanfaatkan wabah pandemi untuk menjarah sumber daya ikan Indonesia yang melimpah. 

Ditjen PSDKP KKP, Sebagai garda terdepan dalam mengawal dan menjaga sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia pun mengambil langkah cepat dengan tidak mengurangi daya gedornya memerangi Kapal Ikan Asing (KIA) untuk memastikan  Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) yang sangat luas ini harus tetap terjaga.

"Kami fokuskan pada waktu pelayaran dari 90 hari dalam 1 tahun, meningkat menjadi 150 hari dalam 1 tahun. Dibawah komando Menteri KKP, Edhy Prabowo, 32 KIA ilegal telah berhasil ditangkap,” ujar Direktur Pemantauan Operasi Armada, Ditjen PSDKP-KKP, Pung Nugroho Saksono yang sering disapa Ipunk kepada mondayreview.com dan Tim KOPI PAHIT, kamis sore (7/5/2020) yang rencananya bakal menggelar diskusi virtual dalam waktu dekat ini dengan tajuk #Pemberantasan  Illegal Fishing ditengah pandemi covid-19.

Ipunk tak memungkiri, kebutuhan pangan terus meningkat. Maka pelaku "illegal fishing" akan terus berupaya menangkap ikan sebanyak mungkin dan biasanya disertai dengan perusakan ekosistem, karena mereka menggunakan alat tangkap pukat harimau (trawl) atau alat tangkap lain yang merusak. Jadi ikannya "dikuras", ekosistemnya dirusak.

"KIA asal vietnam beberapa hari lalu sangat nekat dan tidak mau cooperatif. Parahnya, salah satu KIA berani menabrak Kapal Pengawas PSDKP-KKP, akibatnya tidak mampu menjaga keseimbangan dan dinyatakan tenggelam," tuturnya. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan potensi sumber daya ikan Indonesia melimpah dan tersebar di seluruh wilayah pengelolaan perikanan (WPP) Indonesia dan harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan nelayan dan stakeholder kelautan dan perikanan lainnya.

"Sejauh ini, kapal pengawas menghadapi lonjakan dan intensitas aktivitas KIA ilegal di Laut Natuna Utara, Selat Malaka dan Laut Sulawesi," ungkapnya.

Keberadaan PSDKP sangat penting dalam pemberantasan "illegal fishing" dan menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan, meski nyawa harus dipertaruhkan.  

Terlebih tidak ada satu negara manapun di dunia saat ini yang berani mengkalim bahwa covid-19 akan berakhir. Oleh karena itu, Petugas PSDKP KKP yang melaksanakan operasi laut harus dilengkapi sarana keselamatan diri yang memadai untuk mewaspadai sekanario yang sulit diprediksi.

Mengakhiri bicang sore, setelah menikmati santapan takjil hari ke 14 ramadhan. Ipunk  kembali menegaskan PSDKP-KKP tetap semangat dan berpegang teguh pada mottonya. Walau covid-19 tetap menjadi ancaman, Ia berpesan kepada seluruh Komandan dan awak Kapal Pengawas PSDKP-KKP agar tetap semangat kawal laut nusantara. Sebagaimana motto PSDKP-KKP "Nusantara  Lestari Jaya".