Dengan Diplomasi Batik, Indonesia Lakukan Penetrasi Kebijakan Apik Baik Dalam Juga Luar Negeri
Batik menjadi soft diplomasi Indonesia untuk melakukan ragam penetrasi kebijakan baik di dalam dan luar negeri.
MONITORDAY.COM - Indonesia perlu berbangga dan bersyukur bahwa sejauh ini belum mengalami hal terburuk seperti di Argentina.
Negeri Tango ini pernah menjadi negara terkaya di dunia pada awal abad ke-20, tetapi terus merosot karena ketidakstabilan politik dalam negeri.
Warga negeri Tango sangat menggandrungi bola dan fanatik kepada partai politik. Hampir di seluruh kedai kopi, dua topik ini menjadi sajian yang paling sering diperbincangkan.

" Argentina itu sama seperti indonesia, fanatik dengan bola dan partai politik. Kalau sudah bicara bola, mereka sangat antusias," ucap Duta Besar LBBP RI untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay, Niniek Kun Naryatie di diskusi virtual Kopi Pahit bertajuk Diplomasi Batik di Negeri Tango, Sabtu (17/10/2020).
Meski pendapatan per kapita Argentina USD9.888 (ke-66 dunia), lebih dari dua kali lipatnya Indonesia, tetapi resesi negeri tango terlampau lama dan sangat mengkhawatirkan.
Sementara Indonesia tampaknya lebih sigap. Hal itu terlihat dari berbagai kebijakan pemerintah menghadapi kejutan ekonomi di masa pandemi yang kian akut. Perlu ditekankan, masyarakat perlu menjaga kestabilan dan tidak ikut terpancing dengan aksi yang merugikan kestabilan ekonomi.
"Berkacalah dengan Argentina, kita tidak ingin negeri yang memiliki keluhuran dari berbagai aspek harus mengalami hal serupa di negeri tango," jelasnya.
Keluhuran itu bersumber dari Batik yang menjadi soft diplomasi Indonesia. Melalui cara ini, Indonesia yang kaya dengan keragaman mampu melakukan ragam penetrasi kebijakan baik di dalam dan luar negeri.

Batik, kata Niniek, adalah identitas nasional Indonesia. Diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Adiluhung bangsa ini juga sebagai kekuatan ekonomi nasional sehingga dalam kesempatan acara apapun, dirinya selalu mengenakan batik sebagai diplomasi kebangsaan.
"47 ribu unit usaha batik menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja, Andalan pertumbuhan sektor tekstil, naik 19% di kuartal I 2019, Ekspor senilai USD 52 juta (2018)," ucapnya.
Argentina, negeri bola dan tarian tango pun memiliki batik namun coraknya sangat berbeda dengan batik asli Indonesia yang dikenal memiliki nilai filosofi yang tinggi.
Batik di Argentina
El Batik dikenal sebagai batik khas Argentina yang digunakan untuk menyebut kain celup secara umum. Banyak komunitas pecinta batik yang mengadakan workshop rutin. Gaya batik tidak murni dari Indonesia, tapi sudah diadopsi dengan gaya Argentina.
Di Argentina, produk batik seni Indonesia lebih banyak dipakai untuk home décor. Kabarnya, permintaan batik semakin tinggi sejak pandemi karena orang semakin sering di rumah.
Peluang dan Tantangan
Lantas bagaimana peluang dengan diplomasi batik ini? Nienik bersyukur bahwa sudah ada komunitas pecinta batik yang dianggap sebagai home decor yang memiliki cita rasa tinggi. Pandemi ciptakan demand baru home décor terutama di segmen high end.
Hebatnya lagi, banyak pelaku home décor timur jauh kian bergeliat. Barang seni dan segmen high end tidak sensitif terhadap harga.

Selanjutnya, bagaimana mengkonversi ketertarikan akan batik menjadi keuntungan bagi Indonesia? Niniek menjelaskan langkah strategis kedepan yang perlu disiapkan.
Pertama, tingkatkan kehadiran produk batik. Pelaku usaha harus berani penetrasi pasar non tradisional (misalnya Amerika Latin)
Kedua, impor yang ketat tidak perlu menjadi kekhawatiran berlebihan
Ketiga, perlu kreatif buat produk batik: untuk Argentina fokus pada home décor, eksplorasi batik dari sisi penggunaan, motif, maupun selera pasar setempat.
Keempat, siap layani permintaan custom made.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia. Jangan pernah merasa rendah apalagi malu mengungkapkan keindonesiaan, banyak negara luar yang selalu mengagumi Indonesia dengan segala keluhurannya.
Dubes Niniek pun memberikan apresiasi kepada peserta dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Cirebon yang kali ini sudah memilih hadir di acara yang tepat, Kopi Pahit. Forum diskusi yang selalu mengangkat isu-isu publik terkini.
Tak lupa, pesan pun disampaikan Dubes Niniek, agar anak muda harus bangga dengan Indonesia.
"Jaga indonesia, bangga berbangsa Indonesia," pesan Dubes Indonesia untuk Argentina, Paraguay dan Urugay.




