Debat Pilkada DKI Jakarta dan Pendulum Dukungan yang Bergeser

Seberapa besar pengaruh debat bagi preferensi pilihan?

Debat Pilkada DKI Jakarta dan Pendulum Dukungan yang Bergeser
3 Cagub DKI Jakarta (BBC)

MONDAYREVIEW.COM - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta kembali menggelar debat antarcalon gubernur dan wakil gubernur nanti malam. Debat edisi ke-3 ini akan mengusung tema soal kependudukan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta, dengan subtema pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, anti-penyalahgunaan narkoba dan kebijakan terkait disabilitas.

Debat pamungkas malam ini akan menjadi panggung terakhir bagi 3 pasangan calon untuk memikat warga Jakarta menjelang hari pemilihan pada 15 Februari 2017. Seberapa besar pengaruh debat bagi preferensi pilihan? Data yang diungkap dari hasil survei Poltracking dan survei Litbang Kompas mungkin bisa menjadi rujukan.

Hasil survei Poltracking yang dilakukan pada 24-29 Januari atau setelah debat edisi pertama menunjukkan bahwa 81,88 persen responden menilai debat antarpasangan merupakan hal penting untuk mengetahui kapasitas kandidat yang bertarung di Pilkada.

“Sebanyak 59,88 persen responden juga menyatakan kualitas performa dalam debat publik berpengaruh terhadap pilihan mereka,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha seperti dilansir CNN Indonesia.

Sementara itu hasil survei Litbang Kompas menunjukkan terdapat pemilih yang sudah kuat dan mantap pilihannya (strong voters) dan pemilih yang masih berpeluang berubah pilihan (swing voters).

Survei Litbang Kompas ini dilakukan pada 28 Januari-4 Februari 2017 secara tatap muka terhadap 804 responden minimal berusia 17 tahun yang tersebar di enam kota/kabupaten di Jakarta.

Pemilih pasangan Agus-Sylvi yang sudah mantap dengan pilihannya sebesar 62%. Pasangan Ahok-Djarot memiliki strong voters sebesar 85%, dan kandiat Anies-Sandiaga memiliki strong voters sebesar 77%.

Ada pun pemilih mengambang dari pemilih pasangan Agus-Sylvi lebih banyak dari kelas menengah atas dan sebagian besar mengaku sebagai pemilih PDI-P dan Partai Demokrat.

Pada Ahok-Djarot, pemilih mengambang juga lebih banyak dari kelas atas, berpendidikan atas, dan lebih banyak berlatar belakang pemilih PDIP. Pada Anies-Sandi pemilih mengambang berasal dari kelompok menengah atas meskipun pemilih menengah-bawahnya relatif lebih banyak dibandingkan dengan dua pasangan lain.

Dengan narasi hasil survei itulah debat nanti malam akan dihelat.