Cerewet di Internet dengan Minat Baca yang Rendah
Jakarta bahkan menjadi kota paling cerewet di dunia maya dengan 15 cuitan/detik.
MONDAYREVIEW.COM - Pernah dengar istilah “tong kosong nyaring bunyinya”? Banyak berbicara namun substansi yang dibincangkan tidak bermakna. Semoga warga internet asal Indonesia terhindar dari “tong kosong nyaring bunyinya”. Meski sejumlah sinyalemen menunjukkan hal yang sumir.
Perlu diketahui Indonesia menempati peringkat keempat pengguna Facebook di dunia dan menempati peringkat ketiga pengguna Twitter di bumi. Jakarta bahkan menjadi kota paling cerewet di dunia maya dengan 15 cuitan/detik.
Lalu bagaimanakah dengan minat baca orang Indonesia? Seperti dilaporkan Unesco pada tahun 2012 minat baca orang Indonesia hanya 0,001. Artinya dari 1.000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca yang serius.
Simak juga data berikut yang diungkap penyair Aan Mansyur. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Jepang (40.000 judul), India (60.000 judul), dan China (140.000 judul), buku yang terbit di Indonesia, negara berpenduduk lebih dari 255 juta ini, tidaklah banyak, kurang dari 18.000 judul per tahun. Atau, kita sebut saja, setiap hari ada 2 hingga 3 buku baru beredar – yang masing-masing hanya dicetak 3.000 hingga 6.000 eksemplar. Jumlah buku yang dicetak sesungguhnya berkorelasi dengan minat baca orang Indonesia yang masih rendah.
Demikianlah fakta empiriknya. Semoga kita semua menjadi netizen yang cerkas dan peduli bahwa setiap cuitan, ujaran di internet memiliki makna pertanggungjawaban.




