BUMN Siapkan klaster infrastruktur Dunia

BUMN Siapkan klaster infrastruktur Dunia
Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmojo (Foto: Istimewa)

MONITORDAY.COM - Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmojo  mengatakan pembentukan Institut Pembelajaran Infrastruktur Indonesia (Indonesia Infrastructure Learning Institute) dan Institut Riset dan Inovasi Infrastruktur (Infrastructure Research and Innovation Institute) yang disebut I2LI.

Sesuai arahan Menteri Erick, sambung Kartika, Kedua Institut ini, sambung Kartika, bertujuan untuk mendorong terciptanya pemimpin dan kader kelas dunia.

2 Institut yang diinisiasi oleh Wijaya Karya (WIKA) dan Semen Indonesia (SIG), juga turut mengandeng Adhi Karya, Waskita Karya, Pembangunan Perumahan, Hutama Karya, Brantas Abipraya, Perum Perumnas, Jasa Marga dan Semen Baturaja.

"Saya yakin melalui BUMN yang semakin kompeten dan profesional, kita memiliki potensi untuk memajukan infrastruktur di negara ini secara sehat dan berkelanjutan dan mempunyai perusahaan- perusahaan infrastruktur yang berskala global," ucap, Minggu (4/7/2021) 

BUMN klaster infrastruktur, ucap Kartika mewujudkan sinergi melalui pembentukan I2LI dengan WIKA bertindak sebagai koordinator dan Indonesia Infrastructure Research and Innovation Institute (I2RI) dengan SIG sebagai koordinator.

WIKA mendapatkan kepercayaan sebagai Koordinator I2LI, yang diamanahkan untuk menjadikan I2LI sebagai wadah belajar bagi SDM di bidang infrastruktur dengan mengedepankan metode 70/20/10, yang mana 70 persen adalah pembelajaran eksperimen, 20 persen sosial, 10 persen formal.
 
Dalam proses belajar, I2LI juga akan melibatkan para pengajar dengan kompetensi serta pengalaman luas di bidang infrastruktur.
 
Sebagai tindak lanjut, I2LI telah melaksanakan serangkaian kegiatan diantaranya webinar "How BIM Solves Everything” yang diikuti oleh 1.495 peserta dari berbagai kalangan baik kementerian, sesama BUMN, akademisi, swasta.
 
Kini, I2LI tengah menyelenggarakan pelatihan project management yang bertujuan membekali pegawai BUMN infrastruktur agar dapat memahami lingkup menyeluruh dalam mengelola proyek secara efektif melalui rujukan-rujukan praktek terbaik (best practice) berbasis kepada Project Management Body Of Knowledge (PMBOK).
 
Kedepannya, I2LI akan terus memberikan program pelatihan yang menyasar pada kebutuhan kompetensi BUMN infrastruktur dengan pengajar yang merupakan ahli-ahli di BUMN infrastruktur.
 
Sementara itu, Direktur Human Capital dan Pengembangan WIKA, Mursyid menyampaikan bahwa sebagai koordinator, WIKA siap untuk menjalankan tugas guna menyiapkan SDM bidang infrastruktur Indonesia yang kompeten dan berkualitas global.
 
"WIKA juga sudah sejak 2006 masuk ke pasar luar negeri dan kini dikenal sebagai BUMN Karya paling aktif dalam melakukan ekspansi bisnis di overseas. Dengan demikian, insan WIKA sudah lama disiapkan untuk beradaptasi sekaligus bersaing di kancah global, sejajar dengan perusahaan-perusahaan infrastruktur lain di luar negeri. Ini jadi nilai lebih dari WIKA yang bisa dibagikan melalui keikutsertaan," kata Mursyid.