Bom Waktu Baru Bernama E-KTP

Dengan sejumlah nama yang telah menjadi saksi dan disebut terlibat dalam E-KTP maka perkara tirai masalah hukum yang diungkap KPK nantinya akan menjadi bom waktu yang terus berdetak.

Bom Waktu Baru Bernama E-KTP
E-KTP

MONDAYREVIEW.COM – Sudah 71 tahun Indonesia merdeka, namun hingga saat ini masalah pendataan kependudukan masih bermasalah. Wacana dan aktualisasi E-KTP di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono coba untuk memutus sengkarut tersebut. Pendataan kependudukan yang tunggal tersebut berarti penting untuk mengetahui postur penduduk Indonesia, mencegah terjadinya terorisme, data pemilih di pemilu, dan lain sebagainya.

Sayangnya hingga saat ini E-KTP masih belum mampu diaktualisasikan secara menyeluruh. Buktinya dalam pilkada serentak 15 Februari 2017, pendataan pemilih masih bermasalah. Sementara itu E-KTP bisa menjadi bom waktu baru yang bisa “meledak” dan mengguncang situasi sosial politik.

Pimpinan KPK, Agus Rahardjo mengatakan, dalam dakwaan kasus E-KTP pada 9 Maret 2017 mendatang, akan ada nama-nama besar yang akan muncul. Nama-nama tersebut sempat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

Beberapa nama politikus pernah datang ke KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus E-KTP antara lain Setya Novanto, Jafar Hafsah, Agun Gunandjar Sudarsa, Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey, Ade Komarudin, M Nazaruddin, Anas Urbaningrum. Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi serta Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo juga pernah diperiksa sebagai saksi kasus KTP elektronik.

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar juga menyebut pengadaan IT KPU saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009 dilakukan Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas, putra bungsu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saat itu saya tidak tahu pengadaan barang itu dilakukan siapa. Saya hanya ingin KPU bekerja benar, tapi kenapa alatnya di grounded. Ternyata pengadaan alat ini dilakukan Ibas. Informasi itu masuk ke KPK, akhirnya kami lakukan penelusuran masalah pengadaan. Tapi belum sampai melakukan itu, saya sudah diusut duluan,” kata Antasari kepada Metro TV, Selasa (14/2).

Dengan sejumlah nama yang telah menjadi saksi dan disebut terlibat dalam E-KTP maka perkara tirai masalah hukum yang diungkap KPK nantinya akan menjadi bom waktu yang terus berdetak.