Anies-Sandi Pelajari Program Rp 1 Miliar ke Tiap RW dan Skeptisme Djarot
Pada debat terakhir Pilkada DKI Jakarta, Djarot menyoroti program Rp 1 miliar yakni bagaimana pengawasannya dan potensi memunculkan konflik horizontal.
MONDAYREVIEW.COM – Apakah suatu ide akan mati seiring dengan tumbangnya kandidat yang mengusungnya? Belum tentu. Dikarenakan bisa jadi ide tersebut diadopsi oleh pihak lain dengan sejumlah modifikasinya.
Kontestasi Pilkada DKI Jakarta yang ketat membuat suara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada kisaran 17 persen begitu “seksi” untuk diperebutkan. Pendekatan dilakukan di berbagai penjuru. Mulai dari lapisan elite partai politik yang coba didekati, barisan relawan yang telah pindah gerbong, hingga kemungkinan mengadopsi ide yang populis.
Pasangan Anies-Sandi dikabarkan sedang mengkaji program Rp 1 miliar untuk setiap rukun warga (RW) yang menjadi program andalan AHY-Sylvi. Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syarif mengatakan program Rp 1 miliar akan dikaji terlebih dahulu.
“Kami kaji dan adopsi. Ada penyesuaian dan rasionalisasi,” kata Syarif di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Rabu (1/3).
Menurut Syarif ada kesamaan semangat antara program Anies-Sandi dengan Agus-Sylvi dalam memberdayakan masyarakat.
“Spirit dan gagasan kan sama. Empowering ke masyarakat. Bentuknya apa belum,” imbuh Syarif.
Pada debat terakhir Pilkada DKI Jakarta, Djarot menyoroti program Rp 1 miliar yakni bagaimana pengawasannya dan potensi memunculkan konflik horizontal. Tentu jika benar Anies-Sandi akan mengadopsi program ini maka mereka harus mampu menjawab skeptisme dari Djarot Saiful Hidayat tersebut.




