Akankah Essien Mengikuti Jejak Roger Milla dan Mario Kempes di Liga Indonesia?
Secara performa baik Milla maupun Kempes memang tidak terlampau impresif. Usia yang telah uzur tak dapat dipungkiri merupakan faktornya.
MONDAYREVIEW.COM – Michael Essien akan memperkuat Persib Bandung di Liga 1 musim ini. Di Persib, Essien akan mengenakan nomor punggung lima. Nomor punggung lima, merupakan nomor yang dahulu digunakannya di Chelsea. Boleh dibilang nomor 5 dan Chelsea merupakan paket yang membesarkan nama Essien ke pentas sepak bola dunia.
Bersama Chelsea, pemain berpaspor Ghana ini meraih gelar Liga Inggris, Piala FA, Piala Liga, hingga Liga Champions. Sepanjang kariernya pemain 34 tahun ini pernah memperkuat Bastia, Lyon, Real Madrid, AC Milan, dan Panathinaikos.
Kehadiran Essien sendiri seakan kembali menghadirkan nama besar di Liga Indonesia. Pada era 1990-an, Liga Indonesia pernah kedatangan dua nama besar yakni Roger Milla dan Mario Kempes. Keduanya saat itu memperkuat Pelita Jaya.
Roger Milla terutama dikenal akan kiprahnya di Piala Dunia tahun 1990 ketika dirinya berusia 38 tahun. Sekalipun telah berusia uzur, Roger Milla berhasil menginspirasi dengan gol dan pergerakannya bagi Kamerun. Milla berhasil mencetak 4 gol dan membawa Kamerun hingga perempat final Piala Dunia tahun 1990. Topping tambahan dari Milla yakni gaya selebrasi mencetak golnya yang khas dengan berjoget menggunakan perutnya di area bendera tendangan sudut.
Sedangkan Mario Kempes merupakan protagonis utama ketika Argentina menjadi juara Piala Dunia tahun 1978. Kempes berhasil mencetak dua gol di final melawan Belanda. Kempes juga terpilih sebagai pemain terbaik di Piala Dunia tahun 1978 dan menjadi top skorer di event tersebut.
Ada pun kehadiran Mario Kempes di Pelita Jaya ketika dirinya telah berusia 41 tahun. Roger Milla berseragam tim ibu kota RI ketika berumur 42 tahun.
Secara performa baik Milla maupun Kempes memang tidak terlampau impresif. Usia yang telah uzur tak dapat dipungkiri merupakan faktornya. Namun begitu kehadiran nama besar pesepak bola tersebut memunculkan gairah khusus untuk menonton Liga Indonesia ketika itu.
Maka akankah kehadiran Essien di usianya yang masih 34 tahun masih worth it atau sekadar mengikuti jejak Roger Milla dan Mario Kempes.




