Akankah Amerika Serikat Menjadi Hebat Lagi?
Mulai 20 Januari 2017 merupakan saatnya bagi Donald Trump untuk kerja, kerja, kerja merampungkan 'prosa' kepemimpinannya.
MONDAYREVIEW.COM - Sah, resmi sudah Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. Pada 20 Januari 2017, Trump menjalani hari pelantikannya sebagai presiden negara adikuasa tersebut. Donald Trump di pidato pertamanya sebagai presiden mengungkapkan janjinya untuk membuat Amerika Serikat hebat kembali.
Di pidatonya, Trump menyentil para politikus dan penguasa yang memanfaatkan kekuasaannya. Ia menyebut, politikus sejahtera, di kala banyak orang kehilangan pekerjaannya dan pabrik-pabrik ditutup.
Dari cuplikan pidato tersebut, akankah sosok 70 tahun ini lebih fokus memperbaiki ekonomi dalam negeri AS? Akankah Amerika Serikat mengurangi perannya di dunia internasional sebagai polisi dunia? Akankah Amerika Serikat lebih membatasi impor ke negaranya serta membatalkan keikutsertaannya di perjanjian multilateral?
Tentu semua pertanyaan tersebut akan terjawab bersama waktu. Dimana salah satu parameternya ialah dari komposisi kabinet di pemerintahan Donald Trump. Bagaimanakah ide dan track record para menteri yang akan membantu Trump menentukan arah mau dibawa kemana pemerintahan Amerika Serikat.
Di akhir pidatonya, Trump mengumbar janji untuk membuat Amerika Serikat Berjaya lagi.
“Kita akan membuat Amerika kuat lagi, kita akan membuat Amerika makmur lagi, kita akan membuat Amerika membanggakan lagi, dan ya, bersama, kita akan membuat Amerika hebat lagi.”
Mulai 20 Januari 2017 merupakan saatnya bagi Donald Trump untuk kerja, kerja, kerja merampungkan “prosa” kepemimpinannya. Masa membuat “puisi” telah usai di masa kampanye. Dan di era berkuasa inilah akan diuji janji-janji untuk mengembalikan Amerika hebat lagi.




