Ahok Merasa Polemik Surat Al-Maidah Sudah Selesai
MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok merasa permasalahan tentang pernyataannya terkait surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka pekan lalu sudah selesai. Sebab beberapa pihak terkait telah menilai bahwa pernyataannya tidak menghina Alquran dan melecehkan agama Islam.
MONDAYREVIEW.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok merasa permasalahan tentang pernyataannya terkait surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka pekan lalu sudah selesai. Sebab beberapa pihak terkait telah menilai bahwa pernyataannya tidak menghina Alquran dan melecehkan agama Islam.
Ahok mengatakan, sebenarnya pernyataan tersebut tidak perlu diperpanjang lagi. Sebab beberapa lembaga terkait telah menyatakan dirinya tidak bersalah. Selain itu, pun Ahok sudah meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
"Saya enggak tahu. Orang sudah selesai kok. Semua pemimpin agama, PBNU udah ngomong. Bahkan Bawaslu juga mengatakan tidak ada pelanggaran. Enggak ada maksud (menghina Alquran dan melecehkan Islam)," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Seperti dikutip dari Merdeka.com, Jumat (14/10).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, selama menjadi pemimpin Pemprov DKI Jakarta dirinya selalu memperhatikan umat muslim. Kinerjanya terbukti dengan beberapa program dilakukan untuk memberikan bantuan sosial hingga pembangunan masjid.
"Kamu kira bohong-bohongan gitu loh kita bangunin masjid, naikin haji marbot, bukan kita mau riya gitu ya. Mana pernah orang mikirin anak-anak madrasah yang miskin sudah dikasih Kartu Jakarta Pintar (KJP)," terangnya.
Selain itu, ia mengaku pernah membantu beberapa perguruan Islam yang tidak memenuhi standar sekolah. Dia melakukan bantuan tersebut karena melihat butuhnya masyarakat terhadap institusi pendidikan itu.
"Kita resmikan karena itu dibutuhkan oleh rakyat. Lihat Jakarta Islamic Center kita ingin jadikan pusat budaya Islam yang sesungguhnya. Kasih lihat gitu jadi sebenarnya intinya apa? Intinya cuma Ahok jangan pilkada lah. Kalau dipidana kan enggak ikut pilkada, intinya kan itu," tutup Ahok.
Seperti diketahui, hari ini Front Pembela Islam (FPI) akan melakukan aksi demonstrasi di sekitar Masjid Istiqlal hingga Gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Diperkirakan, massa yang akan melakukan aksi long march dan unjuk rasa tersebut berjumlah 5.000 orang. Aksi ini digelar atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Ahok.
AHMAD JAMALUDIN




