9.048 Siswa SMP Kota Bogor Terima Program Indonesia Pintar
PIP adalah program prioritas Presiden Joko Widodo untuk membantu siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu agar tetap melanjutkan sekolah.
MONDAYREVIEW.COM – Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (PSMP-Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar sosialisasi sekaligus percepatan pencairan danan Program Indonesia Pintar (PIP) secara serentak di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Salah satunya di Kota Bogor dibagikan 9.048 penerima PIP langsung mendapatkan manfaatnya.
"Sebagaimana yang selalu disampaikan Mendikbud PIP adalah program prioritas Presiden Joko Widodo untuk membantu siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu agar tetap melanjutkan sekolah,” kata Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, Alpha Amirrahman, di SMP Negeri 4 Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/8).
Dalam acara tersebut, hadir Direktur PSMP Kemendikdud Supriano, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Jaya Sugiana, Wakil Kepala SMP Negeri 4 Darma, perwakilan orangtua dan serta siswa penerima manfaat.
Direktur Pembinaan SMP, Supriano mengungkapkan bahwa percepatan ini dilakukan agar hak-hak dari siswa keluarga tidak mampu langsung dapat dipenuhi sehingga mereka dapat menggunakan manfaat dana PIP untuk keperluan sehari-hari sekolah.
“Untuk menyambut Hari Kemerdekaan, Direktorat PSMP menargetkan satu juta penerima PIP akan mendapatkan manfaatnya sebelum 17 Agustus ini. Insya Allah di akhir Agustus nanti, seluruh 2.543.653 siswa SMP penerima PIP akan mendapatkan manfaatnya,” ujarnya.
Supriano menjelaskan bahwa percepatan ini digelar selama dua hari (1-2 Agustus) di dua belas titik lokasi di Kota Bogor untuk memastikan seluruh siswa penerima PIP di kota ini mendapatkan haknya.
“Kita akan tuntaskan 100% untuk Kota Bogor,” ujarnya penuh optimisme.
Pada kesempatan yang sama Farid Radidin (14) salah satu siswa penerima PIP dari SMP YTM Islam 1 Babakan, Bogor merasa terbantu dengan adanya program tersebut, sehingga kegiatan belajarnya dapat terpenuhi.
“Saya sudah menerima dua kali PIP sejak tahun 2016. Dan pada tahun 2017 saya kembali menerima bantuan pendidikan sebesar Rp. 750.000,-,” kata saat ditemui di lokasi kegiatan Sosialisasi dan Percepatan Program Indonesia Pintar di SMP Negeri 4 Kota Bogor, Rabu (2/8).
Farid mengungkapkan PIP memiliki manfaat yang sangat besar bagi dirinya untuk meraih cita-citanya. Pasalnya dengan bantuan yang telah diberikan pemerintah ini meringankan beban orang tua.
“Orang tua saya tidak lagi begitu pusing memikirkan biaya sekolah,” ujarnya.
Siswa yang bercita-cita ingin menjadi Arsitek ini berharap agar program PIP ini tetap ada. Sehingga, siswa-siswa yang tidak memiliki kemampuan bisa terus bersekolah. Sehingga cita-cita yang mereka gantungkan dapat diraih.
“Semoga PIP terus ada. Saya yakin siswa di seluruh Indonesia memiliki cita-cita yang tinggi, tapi terbatas dengan uang untuk bersekolah. Dan semoga dengan PIP ini saya bisa mewujudkan cita-cita saya sebagai arsitek,” harapnya.
Sementara itu, Yayan Nuryanah orang tua dari Farid Radidin, mengungkapkan bahwa program PIP benar-benar membantu meringankan beban keluarganya. Dengan adanya program tersebut, keluarga tidak berfikir pusing untuk memenuhi biaya pendidikan bagi anaknya.
“Ayah Farid hanya supir angkut. Yang penghasilannya sangat minim. Untuk memenuhi kebutuhan dapur saja kita sudah terlalu berat. Apalagi untuk biaya sekolah anak-anak kami,” ungkap warga dari Kelurahan Tegal Gundil Rt 03/03, Bogor Utara ini.
Maka itu, dia berharap program PIP dan program bantuan pemerintah lainnya terus bergulir. Sehingga rakyat kecil yang tidak memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhannnya bisa tersenyum. Karena pemerintah peduli terhadap rakyat kecil.
“Terimakasih Pak Menteri, terimakasih Pak Jokowi. Bantuan ini sangat membantu kami, sehingga anak-anak kami bisa sekolah dengan fokus,” tutupnya.
Program Indonesia Pintar (PIP) adalah salah satu program prioritas pendidikan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menyasar anak-anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu agar pendidikan yang berkualitas dapat merata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia. Untuk siswa SD/Paket A mendapatkan Rp. 450.000,-, siswa SMP/Paket B mendapatkan Rp. 750.000,-, dan siswa SMA/Paket C menerima Rp. 1.000.000,-.




