18 April, Mengenang Konferensi Asia Afrika

Pada tanggal 18 April 1955 dimulainya Konferensi Asia Afrika untuk yang pertama kali di Gedung Merdeka Bandung dengan diikuti oleh 29 Negara.

18 April, Mengenang Konferensi Asia Afrika
Konferensi Asia Afrika (You Tube)

MONDAYREVIEW.COM - Sejarah 18 April berkaitan sejarah Konferensi Asia Afrika. Pada tanggal 18 April 1955 dimulainya Konferensi Asia Afrika untuk yang pertama kali di Gedung Merdeka Bandung dengan diikuti oleh 29 Negara.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II Agustus 1945, tidak berarti telah berakhirnya penderitaan negara-negara di kawasan Asia Afrika. Hal ini menjadi permasalahan cukup serius yang harus dipecahkan. Di lain sisi telah terbentuknya blok kekuatan, yaitu blok barat dipimpin oleh Amerika Serikat dengan ideologi kapitalis kemudian blok timur dipimpin oleh Uni Soviet berideologikan komunis. Hal ini semakin memperburuk kondisi kemanan dunia. Pada masa tersebut juga adanya Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam penanganan masalah dunia belum bisa berjalan dengan baik.

Akhirnya dilkukan beberapa perundingan dan konferensi untuk mencoba menyelesaikan permasalahan Asia Afrika ini. Salah satunya telah dilakukan Konferensi Kolombo untuk membicarakan masalah yang menjadi kepentingan bersama. Namun perundingan ini dianggap belum cukup karena perlu media yang lebih luas mewadahi aspirasi negara-negara Asia Afrika. Usulan ini digagas oleh Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika.

Momen Konferensi Asia Afrika menjadi peristiwa bersejarah dengan sambutan yang antusias dari seluruh masyarakat. Dengan dilakukan acara “Langkah Bersejarah” (The Bandung Walks) yaitu para delegasi negara berjalan kaki dari Hotel Homan dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka. Salah satu hasil yang didapatkan dari Konferensi Asia Afrika yaitu Dasasila Bandung.